Berbagi Cerita Memperkecil Kemungkinan Terjadinya Resiko Terkena Stroke

Saksihukumindonesia.com -Bandung -, Saya  Thomas Lumenta pada  hari itu jumat 15/02/2008,, tidur pk. 02.30 dan harus bangun pk. 03.30 karena pk 04.00 harus berangkat ke Airport Husein (BDO) untuk dengan Merpati berangkat ke Surabaya.

Sebetulnya sudah terasa tidak enak, SELURUH KEPALA TERASA PANAS – saya abaikan karena
mengemban amanat organisasi, menghadiri MUNAS yang malamnya akan dibuka Wapres Jusuf Kalla.
Sampai di Surabaya, dijemput Panitia, langsung ke kantor Asosiasi … bawa koper naik tangga ke lantai
III … sebetulnya sudah ada yang bertanya apakah kurang enak badan … saya hanya jawab : saya
kurang tidur. Karena saat itu Jumat, sebagian kawan2 sudah bersiap2 Jumatan. Selesai Jumatan,
semua berkumpul di kantor Asosiasi untuk makan siang. Sebagian curiga bahwa kesehatan saya tidak
normal, bahkan ada yang bilang bicara tidak jelas, mulut agak menceng … saya dibawa ke klinik
terdekay >> STROKE RINGAN >> langsung hotel >> istirahat.
Malam itu saya memberi tahu keluarga tentang kondisi saya, untung ada kemenakan yang kuliah di
Surabaya, malam itu dia jenguk saya dan Sabtu pagi ke Rumah Sakit … CTScan … STROKE RINGAN !!!
Pulang dari RS, langsung cari ticket pesawat dan pulang ke Bandung Minggu sore 17 Pebruari 2008.
Sampai di Bandung Minggu malam, langsung masuk rumah sakit … ngga di apa2in … cuma di infus !!
Singkat kata Kamis 21 Pebruari 2008 sekitar jam 11.00 wib sudah boleh pulang … langsung ngantor.
APAKAH STROKE ITU ?
Maaf, untuk penyederhanaan : saya asumsikan otak manusia terdiri dari tiga bagian utama saja.
1. OTOMATIK : ini yang memerintah pernapasan / paru2, jantung, pencernaan dll – dia menjalankan
tugasnya tanpa perintah kita.
2. MOTORIK : Ini yang mengatur ke-lima pancaindera kita, gerakan kepala, tangan, kaki, jari jemari,
bicara dan lain-lain
3. MEMORY : Ini membuat kita bisa mengingat-ingat apa yang pernah kita lihat, belajar dll – lebih
mirip bank data, yang sewaktu-waktu bisa kita panggil / minta buka bank data.
Kalau supply darah ke salah satu bagian otak diatas terganggu, maka bagian otak tersebut tidak bisa
berfungsi dengan baik … kalau buntu total, maka otak bagian tersebut akan mati, membusuk …
RADANG OTAK … tidak ada cara untuk memperbaiki … untung biasanya tidak buntu total … gangguan
yang terjadi sesuai tingkat buntunya.
Barangkali kita pernah tahu seseorang yang MATI SEBELAH (pian swie) … tidak bisa menggerakan
anggota badan, yang paling sering SEBELAH KIRI, karena supply darah ke otak datangnya di KANAN
duluan … akhirnya terkapar ditempat tidur … ternyata 5 @ 6 tahun kemudian dia bisa berjalan lagi
meskipun tidak sempurna … MENGAPA ?? … secara alamiah, badan kita akan mengupayakan
memanfaatkan pipa2 kecil sejajar pipa utama untuk menyalurkan darah ke bagian yang memerlukan.
Saat bagian otak tadi berkecukupan makanan, dia bisa berfungsi kembali memberikan perintah,
namun ternyata anggota badan kita yang sudah sekian tahun tidak dipakai itu sudah mengecil,
perintah diterima, namun tidak mampu melaksanakan perintah tersebut.
BEBERAPA INFO AWAL sebagai DASAR PEMAHAMAN
Karena manusia = vertebrata, maka dibawah ini ada beberapa vertebrata pembanding :
– GAJAH : Detak jantung = 30 x / menit
– COLIBRI (burung) : Detak jantung = 1.200 x / menit
– MANUSIA : Bayi dlm kandungan : Detak jantung = 180 x / menit
Bayi baru lahir : Detak jantung = 140 x / menit
Dewasa : Detak jantung = (80-85) x / menit
UJI KEMAMPUAN dengan Treadmill.
Treadmill adalah “alat bantu” olah raga sehingga kita bisa melakukan jogging didalam rumah
2. Alat ini ….
Alat ini juga digunakan sebagai “alat uji kemampuan” oleh para dokter di rumah sakit.
Saat UJI KEMAMPUAN di rumah sakit, minimal tiga komponen yang dideteksi sekaligus yaitu
1. Daya Tahan (berapa menit)
2. Kecepatan lari (km/jam) dan
3. Detak jantung (detak/menit)
Uji ketahanan di Rumah Sakit, mutlak harus ditunggu dokter, misal detak jantung baru
mencapai 90 / menit, namun dokter menilai pasien sudah tidak mampu, maka uji akan
dihentikan, yang dicatat yaitu dalam berapa menit kita lari saat detak jantung mencapai 90
tersebut. Sebaliknya bila pasien masih mampu, akan diteruskan sampai detak jantung
mencapai 130/menit dan yang dicatat yaitu dalam berapa menit angka 130 dicapai.
Sebagai pembanding, pemuda di umur 20-an yang sehat, akan mencapai detak jantung 130
/ menit dalam waktu kurang dari 15 menit.
Yang BERBAHAYA :
Kalau kita ramai-ramai dengan teman2, UJI COBA TREADMILL ditempat fitness, saling
memberi semangat … kalau detak jantung mencapai 140/menit, itu sama seperti kita sampai
di ujung jalan yang bercabang, kiri = NERAKA, kanan = SURGA, mundur ngga bisa.
Kasus semacam ini sering terjadi baik di lapang badminton atau tennis, mendadak meninggal
Kejadian ini IDENTIK dengan pompa bensin elektrik di mobil, dia bergetar cepat, namun tidak
memompa bensin karena klep IN dan OUT belum keburu membuka /menutup.
MEMPERKECIL RISIKO TERJADINYA STROKE
Secara umum, orang berupaya memperkecil kemungkinan risiko terjadinya stroke, salah
satunya dengan menjaga makanan, menghindar makanan berlemak, alcohol dll meskipun ini
juga bukan menjadi jaminan.
Memperhatikan uraian diatas, maka satu-satunya cara memperkecil risiko terjadinya STROKE
yaitu menyiapkan “pipa by-pass” sehingga bila pipa utama mengalami penyempitan karena
ada sampah menyangkut disitu, pipa by pass bisa menolong tetap mensupply darah.
Satu satunya cara menyiapkan “pipa by-pass” hanyalah dengan MEMACU DETAK JANTUNG.
Dengan memacu detak jantung otomatis pipa2 kapiler disamping pipa utama akan
membesar. Kita bisa menaikkan detak jantung misal dengan menonton film horror, atau
marah-marah, atau minum alcohol dll, namun bukan ini cara yang dimaksud.
Satu-satunya cara memacu detak jantung dengan benar yaitu dengan ber-Olah Raga. Segala
bentuk olah raga bisa dipakai, namun pikirkan sendiri apa yang mungkin dilakukan
sehingga konsisten bisa DILAKUKAN SETIAP HARI … cukup sekitar 6 sampai 7 menit,
lakukan dengan agak memaksa agar detak jantung bisa naik menuju ke 100/menit.
Saat awal, mungkin target 100 tidak tercapai, jangan memaksakan !!! Lakukan secara
bertahap, yakin dalam satu minggu bisa dicapai. Mohon dipahami, ini bukan olah raga
prestasi, tidak perlu keluar keringat, namun kejar target detak jantung.
Saya sendiri (1943) s/d sekarang masih bebas makan apapun ASAL TAHU DIRI !!!
Selanjutnya … SELAMAT BERJUANG … SEMOGA SUKSES … JANGAN LUPA DOA !!!

BACA JUGA:  Jasa Raharja Sulsel Jadi Narasumber Sosialisasi Budaya Keselamatan dalam Pekan Edukasi Standar Akreditasi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

Thomas Lumenta
0856.2166068

Mungkin Anda juga menyukai