Tidak Upaya Pemprov Sulsel Cegah Pekerja Migran Ilegal Bebas Berangkat Ke Sarawak

Makassar ~ beberapa belun yang lalu pemprov pemerintah Sulawesi Selatan menegaskan kepada media akan mencegah terjadinya kasus pelanggaran perdagangan orang di Sulsel,

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) berupaya untuk mencegah pekerja migran ilegal yang terus menjamur. Setidaknya ada 500 pekerja migran gelap asal Sulsel yang berhasil dideportasi selama 2023.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel Ardiles Saggaf memastikan pihaknya berbenah untuk mencegah pekerja migran ilegal tersebut. Salah satunya, kata dia, dengan membentuk sistem terpadu yang disinergikan dengan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di Sulsel.

“Kami dari Pemprov sudah membentuk namanya layanan terpadu satu atap. Itu kita bersinergi dan berkolaborasi dengan kabupaten/kota dalam rangka upaya untuk khususnya menyangkut masalah proses kelengkapan administrasi opini kita itu lebih dimaksimalkan,” ucap Ardiles Saggaf kepada wartawan, beberapa bulan yang lalu tepatnya Jumat (26/1/2024) tegasnya,”

Responsnya juga kontraproduktif. Padahal sejatinya tak ada toleransi terhadap pelaku pemberangkatan pekerja migran ilegal,” kenyataan sekarang kembali marak, beberapa pantauan di Bandara internasional Hasanuddin dan pelabuhan Garongkong Kabupaten Barru,masih Bebas tampak ada pencegahan yang di lakukan oleh pihak pemerintah Sulawesi Selatan (Pemprov).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel Ardiles Saggaf hanya sebatas wacana,tidak ada ketegasan yang di lakukan di lapangan,”
Terbukti dengan banyaknya calon pekerja migran ilegal yang berangkat setiap bulannya,sebanyak kurang lebih 300 orang,melalui pelabuhan dan bandara.ada apa dengan pemerintah Sulawesi Selatan…?
Membiarkan calon pekerja migran ” Ilegal,” berangkat ke Kalimantan Barat menuju Sarawak Malaysia.

BACA JUGA:  Menteri BUMN Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

Ka,Biro SHI com Sulselbar,” Asriani Konjo.”

Mungkin Anda juga menyukai