Hadiri Dharma Santi 2024, Kapolda NTB : Jadikan Acara ini Momen Evaluasi Diri

MATARAM NTB – Kapala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Drs. R. Umar Faroq SH., M.Hum., menghadiri Dharma Santi Ikatan Kluarga Besar Hindu (IKBH) Polda NTB yang berlangsung di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Selasa (14/05/2024).

Acara Dharma Santi tahun 2024 dengan tema “Implementasi Dharma Agama dan Dharma Negara Dalam Mewujudkan Polri Presisi Menuju Indonesia Maju” dihadiri Wakapolda NTB, segenap PJU Polda NTB, Ketua PHDI NTB, Ketua IKBH Polda NTB, erta seluruh Personil keluarga besar Hindu Polda NTB.

Dalam Sambutannya, Ketua IKBH Polda NTB AKBP. Wayan Budiarsa S.Pd myampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolda NTB, Waka Polda NTB, Irwasda Polda NTB, PJU Polda NTB serta seluruh Keluarga Besar IKBH Polda NTB yang telah berkesempatan hadir pada Acara Dharma Santi IKBH Polda NTB.

Menurutnya acara seperti ini merupakan salah satu agenda tahunan yang rutin dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan silaturahmi antar seluruh Keluarga besar IKBH Polda NTB.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian Kegiatan Hari Raya Nyepi 1946 caka, tahun 2024 yang gunanya untuk meningkatkan tali persaudaraan / silaturahmi antar seluruh Keluarga besar IKBH Polda NTB,”tutupnya..

Sementara Itu dalam sambutannya, Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. R. Umar Faroq, SH.,MHum menyorot tentang sejauh mana Peran Anggota Polri dalam memelihara masyarakat, alam dan Negara Indonesia dalam rangka mewujudkan Polri yang Presisi menuju Indonesia maju sesuai tema yang diangkat pada kegiatan Dharma Santi IKBH Polda NTB tahun 2024.

Jenderal bintang Dua ini pun mengambil contoh dengan munculnya bencana alam Elnino yang diakibatkan oleh rusaknya alam suatu wilayah /Daerah, salah satunya di NTB seperti yang dirasakan saat ini di pulau Sumbawa.

BACA JUGA:  Penandatanganan Maklumat Pelayanan Samsat Luwu Utara oleh Tiga Instansi

“Elnino ini muncul karena perbuatan manusia terhadap alam sehingga terjadi peningkatan suhu seperti yang terjadi di daerah pulau Sumbawa,”tegasnya.

Kapolda Berharap, Momen Dharma Santi dapat dijadikan sebagai waktu untuk merefleksikan diri, bagaimana dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, kemudian sebagai Anggota apa yang sudah di lakukan serta bagaimana hubungan kita dengan Alam.

“Bagaimana manusia dengan alam, dan karena manusia banyak melakukan aktivasi yang tidak benar terhadap alam seperti penebangan pohon dan lain-lain, maka muncul reaksi dari alam itu sendiri yakni Elnino yang saat ini kita rasakan,”jelas Kapolda.

Hutan sebagai paru-paru dunia, maka harus dipelihara dengan baik.
“Bila kita sudah melaksanakan Dharma seluruh nya ( Dharma Agama dan Dharma Negara ) maka semua yang kita lakukan sesungguhnya haruslah mengandung nilai manfaat bukan justru menimbulkan masalah, “ucapnya.

Semoga Dharma Santi ini dapat menjadikan pembelajaran dan evaluasi bagaimana Polri bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat, Alam dan negara dengan sebaik-baiknya sehingga peran Polri khususnya dalam mewujudkan Indonesia maju dapat tercapai,”pungkas Jenderal Bintang Dua ini.

( KORLIP NTB )

Mungkin Anda juga menyukai