Site icon Saksi Hukum Indonesia

Pelaku Pembacokan Anggota TNI di Wonosobo Ditangkap, Masyarakat Geram Desak Hukuman Maksimal

WONOSOBO, JAWA TENGAH,-Tragedi pembacokan yang menewaskan anggota TNI Serda Rahman Setiawan (41) pada Minggu dini hari, 14 September 2025, di Resto dan Cafe Shaka, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, terus memicu gelombang kemarahan masyarakat. Korban, yang bertugas di Kodim 0707/Wonosobo, mengalami luka parah akibat serangan brutal yang dilakukan pelaku, hingga tewas di tempat.

Pelaku berinisial IW (35), seorang residivis yang baru keluar dari penjara, akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian pada Senin, 15 September 2025, pukul 11.00 WIB di Dusun Sewiyu, Kelurahan Kepil, Kecamatan Kepil, Wonosobo. Penangkapan ini berkat kerja cepat aparat dibantu informasi dari warga dan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Kemarahan masyarakat semakin meluap ketika ratusan warga dari Desa Jambusari, Kecamatan Kertek, mendatangi Mapolres Wonosobo untuk menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Banyak warga bahkan menuntut hukuman mati bagi IW, karena menilai tindakannya keji, sadis, dan tidak dapat diterima akal sehat.

Kapolres Wonosobo, AKBP Budi Santoso, menegaskan bahwa pelaku kini diamankan dan proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penegakan hukum kepada aparat. Proses hukum akan kami jalankan tanpa pandang bulu, sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Saksi mata yang berada di lokasi kejadian menggambarkan situasi mencekam saat pembacokan berlangsung. “Pelaku tampak marah dan menyerang korban tanpa ampun. Korban hanya bisa pasrah, tidak sempat melawan. Suasana sangat kacau, semua orang syok melihatnya,” kata seorang saksi.

Kasus ini mendapat perhatian serius karena menimpa anggota TNI aktif. Polisi berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa kemungkinan adanya pelaku tambahan, serta memastikan motif di balik tindakan brutal tersebut terungkap sepenuhnya.

Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh isu yang beredar. Kejadian ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya keamanan, penegakan hukum, dan pengawasan terhadap residivis yang baru bebas. Serda Rahman Setiawan kini menjadi simbol keberanian dan pengorbanan, sementara warga menuntut keadilan penuh agar pelaku menerima hukuman setimpal atas perbuatannya yang biadab.(Ft)

Exit mobile version