Site icon Saksi Hukum Indonesia

Paviliun Indonesia Jadi Magnet Dunia, Bukukan Investasi Raksasa USD 23,8 Miliar di Expo Osaka

Osaka, Jepang,-Indonesia menunjukkan taringnya di panggung dunia. Menjelang penutupan World Expo 2025 Osaka, Paviliun Indonesia mencatat dua capaian spektakuler sekaligus: menembus target 2,8 juta pengunjung dan mengamankan komitmen investasi internasional senilai USD 23,8 miliar.

Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa Indonesia mampu memadukan kekuatan budaya, diplomasi ekonomi, dan visi pembangunan berkelanjutan dalam satu panggung global.

Pengunjung ke-2.800.000 adalah pasangan calon pengantin asal Jepang yang menerima hadiah tiket pulang-pergi Osaka–Bali dan paket wisata 3 hari 2 malam. Namun, lebih dari sekadar hadiah, angka tersebut menandai pengakuan dunia terhadap daya tarik Indonesia.

> “Tercapainya target pengunjung ini menunjukkan besarnya perhatian masyarakat dunia terhadap Indonesia. Angka ini adalah simbol antusiasme global terhadap budaya, inovasi, dan komitmen Indonesia pada pembangunan berkelanjutan,” tegas P.N. Laksmi Kusumawati, Wakil Direktur Paviliun Indonesia, Selasa (16/9).

Tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future” yang diusung Paviliun Indonesia bukan sekadar slogan. Ia menjadi alat strategis untuk membangun narasi kuat bahwa Indonesia siap menjadi pusat pertumbuhan hijau dan berkelanjutan.

Faktanya, hingga pertengahan September 2025, Paviliun Indonesia telah menggelar 64 forum bisnis dan pertemuan tatap muka dengan para investor dunia. Hasilnya sangat konkret:
*10 MoU* ,
*9 LoI* ,
*1 Joint Venture* *Agreement* ,
Total komitmen investasi yang berhasil dikunci mencapai USD 23,8 miliar. Dana jumbo ini mencakup sektor strategis: energi hijau, industri berkelanjutan, perdagangan, ekonomi kreatif, pengelolaan limbah, hingga pariwisata.

Menurut Ardian Budhi Nugroho, Koordinator Komunikasi Paviliun Indonesia, capaian ini menjadi bukti bahwa World Expo bukan sekadar pameran, melainkan arena pertarungan geopolitik dan ekonomi. Dan Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai pemain utama.

Kesuksesan Paviliun Indonesia tak lepas dari dukungan korporasi raksasa seperti Astra, Artha Graha Peduli, KAPPI, Pertamina, Barito Pacific Group, Royal Golden Eagle (RGE), Indofood, Japfa, BPDP, Garuda Indonesia, Telkomsel, serta berbagai kementerian dan pemerintah daerah.

Kolaborasi ini memperlihatkan strategi Indonesia yang tidak lagi berjalan sendiri, melainkan menggunakan kekuatan kolektif nasional untuk tampil percaya diri di panggung global.

> “Dukungan para mitra memperkuat langkah Indonesia dalam membangun kerja sama global. Investasi yang masuk diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata Laksmi.

Pencapaian 2,8 juta pengunjung dan komitmen investasi USD 23,8 miliar jelas bukan capaian biasa. Di tengah kompetisi global yang makin ketat, langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan baru di Asia yang mampu menyeimbangkan diplomasi budaya dengan diplomasi ekonomi.

Dengan sisa waktu satu bulan sebelum penutupan World Expo Osaka, peluang Indonesia untuk menambah capaian masih terbuka lebar. Pertanyaan besar kini: bagaimana pemerintah dan pelaku industri menindaklanjuti investasi jumbo tersebut agar tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terealisasi dan berdampak bagi rakyat.

Indonesia telah berbicara keras di Osaka. Dunia sudah mendengar. Kini saatnya pembuktian nyata di tanah air.(Ft)

Exit mobile version