TULUNGAGUNG-Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dianggap sebagai tonggak penting dalam mencetak generasi anak-anak yang sehat, cerdas, dan berprestasi, melalui penyediaan makanan bergizi yang aman dan higienis di sekolah.
Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., hadir dalam Rapat Konsolidasi Regional Program MBG yang digelar di Jatim International Expo (JIE) Surabaya, Selasa (7/10/2025) malam. Acara bergengsi ini digagas Badan Gizi Nasional (BGN) dan diikuti lebih dari 4.100 peserta, termasuk kepala daerah, ahli gizi, Satgas MBG provinsi dan kabupaten/kota, kepala SPPG, perwakilan yayasan, serta mitra pelaksana program.
Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pihak sekolah, hingga mitra pelaksana, demi memastikan program MBG berjalan optimal dan tepat sasaran.
Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana, Kepala BGN, menekankan bahwa pelaksanaan MBG harus dijalankan secara terukur, higienis, dan bertanggung jawab. Beberapa langkah strategis yang diterapkan antara lain:
Penempatan koki terlatih di setiap Satuan Pendidikan Penerima Gizi (SPPG) dengan batas maksimal 2.500 penerima manfaat per satuan pendidikan.
Pelatihan ketat bagi koki, penyaji, dan relawan, termasuk praktik cuci tangan enam langkah sesuai standar WHO, untuk menjamin keamanan pangan.
Pengawasan langsung oleh komite sekolah, agar setiap makanan yang disajikan sesuai standar kualitas dan gizi.
Bupati Tulungagung menegaskan, pihaknya akan memastikan bahwa pelaksanaan MBG di lapangan berjalan sesuai standar higienitas dan keamanan pangan. Menurutnya, konsolidasi regional ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa anak-anak sekolah mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas.
Kami mendukung penuh Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis ini. Setiap langkah akan diawasi ketat untuk memastikan anak-anak sekolah menerima makanan bergizi, higienis, dan aman. Tidak ada kompromi dalam hal kesehatan anak-anak,” tegas Bupati Gatut Sunu.
Selain Bupati Tulungagung, rapat ini dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta jajaran Forkopimda dan OPD terkait. Dengan lebih dari 4.100 peserta, forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pihak sekolah, ahli gizi, dan mitra pelaksana program.
Acara ditutup dengan ikrar bersama seluruh peserta untuk menyukseskan Program MBG di Jawa Timur, dilanjutkan foto bersama seluruh kepala daerah dan jajaran BGN.
Program ini diharapkan menjadi model keberhasilan nasional dalam meningkatkan gizi anak-anak sekolah, sekaligus memastikan generasi masa depan tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.(Ft)

