Site icon Saksi Hukum Indonesia

SMKN 1 Pagerwojo Tegaskan Dukungan untuk Pembangunan Pendidikan di Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur: “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh Harus Nyata di Dunia Vokasi”

Tulungagung,-Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat Jawa Timur, tak terkecuali kalangan dunia pendidikan. Di tengah semangat “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh”, SMK Negeri 1 Pagerwojo Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Kepala SMKN 1 Pagerwojo, Toyib Mashuri, S.Pd., M.M., menyampaikan ucapan selamat sekaligus seruan reflektif bahwa usia ke-80 Provinsi Jawa Timur bukan hanya simbol usia panjang, melainkan tonggak sejarah penting yang menandai ketangguhan masyarakat, kemajuan ekonomi, dan kekuatan pendidikan di tanah kelahiran para tokoh besar bangsa.

Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang yang sarat perjuangan. Jawa Timur tumbuh kuat karena rakyatnya tangguh, dan pendidikan adalah kuncinya. SMKN 1 Pagerwojo akan terus mengambil bagian dalam memperkuat pendidikan vokasi agar benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah,” tegas Toyib Mashuri.

Ia menambahkan, tema “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh” memiliki makna yang mendalam bagi dunia pendidikan. Semangat tangguh tidak cukup hanya dimaknai sebagai ketahanan menghadapi perubahan, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus berinovasi dan berkembang secara berkelanjutan. Dunia pendidikan, terutama sekolah kejuruan, memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi muda yang produktif, kreatif, dan mampu bersaing secara global.

Tantangan dunia kerja semakin ketat. SMK tidak boleh hanya menjadi lembaga penghasil ijazah, tetapi harus menjadi lembaga yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi nyata. Lulusan SMK harus mampu bekerja, berwirausaha, bahkan menciptakan lapangan kerja baru,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Toyib Mashuri juga menyoroti pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dunia industri (DUDI), serta dukungan kuat dari pemerintah daerah. Menurutnya, tanpa kolaborasi lintas sektor, pendidikan vokasi akan sulit menjawab kebutuhan zaman yang terus berubah.

Kita butuh keseriusan dari semua pihak. Pemerintah harus memperkuat kebijakan dan dukungan terhadap SMK, industri harus membuka diri terhadap kerja sama, dan sekolah wajib berinovasi. Inilah wujud nyata dari semangat Jatim Tangguh Terus Bertumbuh,” ujarnya menekankan.

SMKN 1 Pagerwojo sendiri terus berbenah dan berinovasi. Melalui program unggulan seperti pelatihan berbasis teknologi digital, teaching factory, kewirausahaan siswa, hingga kerja sama magang dengan industri di berbagai kota besar, sekolah ini menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan peserta didik agar tidak hanya siap kerja tetapi juga siap bersaing.

Kami mendorong siswa agar tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter tangguh, jujur, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai moral dan budaya kerja khas Jawa Timur harus melekat pada setiap lulusan SMK,” imbuhnya.

Momentum Hari Jadi ke-80 Jawa Timur juga dijadikan refleksi oleh seluruh civitas akademika SMKN 1 Pagerwojo untuk memperkuat nasionalisme dan kecintaan terhadap daerah. Dalam kesempatan ini, pihak sekolah menggelar berbagai kegiatan internal yang bersifat edukatif dan inspiratif, seperti upacara bendera, pembacaan sejarah Jawa Timur, serta penanaman pohon simbol ketangguhan.

Selain itu, pihak sekolah menegaskan dukungan terhadap kebijakan pemerintah provinsi dalam memperluas akses pendidikan vokasi dan meningkatkan kualitas sarana pembelajaran. Toyib Mashuri menyampaikan bahwa dukungan anggaran, peningkatan kapasitas guru, serta fasilitas praktik yang modern sangat dibutuhkan agar pendidikan vokasi benar-benar mampu menghasilkan tenaga kerja profesional dan berdaya saing tinggi.

Pendidikan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Kami ingin menciptakan sekolah yang hidup, aktif, dan adaptif. SMKN 1 Pagerwojo siap menjadi bagian dari kekuatan besar Jawa Timur dalam membangun peradaban pendidikan yang maju,” tutur Toyib dengan tegas.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para siswa agar menjadikan momentum Hari Jadi Jawa Timur sebagai inspirasi untuk terus belajar, bekerja keras, dan berkontribusi bagi daerahnya sendiri.

Menjadi tangguh berarti tidak mudah menyerah. Teruslah belajar, berjuang, dan berbuat baik untuk masyarakat. Generasi muda hari ini adalah wajah Jawa Timur di masa depan,” pungkasnya.

Dengan semangat Jatim Tangguh Terus Bertumbuh, SMKN 1 Pagerwojo berkomitmen melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai insan Jawa Timur yang berbudaya, tangguh, dan berintegritas tinggi.(Ft)

Exit mobile version