Tulungagung,-Peristiwa duka terjadi pada Rabu siang (3/12/2025) ketika seorang perempuan berinisial S (56), warga Desa Kaligrenjeng, Kecamatan Wonotirto, meninggal dunia setelah mengalami keluhan sakit pada bagian dada. Kejadian berlangsung di sebuah rumah kos yang beralamat di Jl. Yos Sudarso No. 15-A, Kelurahan Karangwaru, Tulungagung.
Menurut informasi yang dihimpun, sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban sempat menghubungi rekannya, Edi, yang juga berada di lingkungan tersebut. Kepada saksi, S mengaku merasakan sakit di dada dan meminta tolong untuk diantar ke Puskesmas menggunakan becak karena kondisinya semakin melemah.
Menanggapi permintaan itu, Edi segera mengupayakan fasilitas transportasi dan mengantar korban menuju Puskesmas Tulungagung Kota. Namun, setibanya di puskesmas sekitar pukul 11.30 WIB, kondisi korban sudah sangat kritis dan tidak lagi memberikan respons.
Tenaga medis yang melakukan pemeriksaan awal menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Mendapat kepastian tersebut, Edi langsung melaporkan kejadian itu kepada pelapor lain yang kemudian meneruskannya ke Polsek Tulungagung Kota untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Tulungagung Kota, AKP Puji Hartanto, dalam keterangan resminya, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihaknya bersama Unit Inafis Polres Tulungagung serta tim TERM RSUD dr. Iskak segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik di tempat korban tinggal maupun di fasilitas kesehatan.
Hasil pemeriksaan dokter dan tim Inafis menyebutkan bahwa korban sudah tidak memiliki nadi maupun suara jantung ketika petugas tiba. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau indikasi penganiayaan pada tubuh korban. Dari hasil awal, korban diduga meninggal karena serangan jantung,” jelas AKP Puji.
Tim Inafis juga melakukan pendokumentasian dan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban untuk memastikan tidak ada luka, memar, ataupun tanda kekerasan yang dapat mengarah pada dugaan tindak pidana.
AKP Puji menegaskan bahwa setelah dilakukan serangkaian tindakan pemeriksaan medis dan olah TKP, pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur pidana dalam insiden tersebut.
Dari hasil pemeriksaan tim Inafis dan tenaga medis RSUD dr. Iskak, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan kuat mengarah pada kematian akibat serangan jantung. Kami telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai SOP dan sudah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aparat kepolisian memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, humanis, dan transparan, baik dalam dokumentasi maupun komunikasi kepada keluarga, agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Aparat juga memastikan bahwa seluruh dokumen administrasi dan keterangan medis telah diberikan secara lengkap sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada indikasi lain yang mengarah pada penyebab kematian selain faktor medis. Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan dan menyampaikan ucapan terima kasih atas penanganan yang cepat dari pihak puskesmas, kepolisian, dan tim medis.(Ft)

