TULUNGAGUNG,-Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyikapi temuan 62 kasus positif Influenza A (H3N2) atau yang dikenal luas sebagai superflu. Imbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani,Kamis(15/1/2026).
Berdasarkan data terbaru, dari total 62 kasus positif Influenza A (H3N2) yang terkonfirmasi secara nasional, sebanyak 18 kasus berada di wilayah Provinsi Jawa Timur per tanggal 7 Januari 2026. Meski demikian, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi masih terkendali dan tidak ditemukan peningkatan keparahan secara medis pada pasien yang terpapar.
Kami menghimbau masyarakat untuk tidak panik. Situasi saat ini masih dalam kendali, dan belum ada laporan peningkatan kasus dengan kondisi berat. Namun kewaspadaan tetap harus dijaga,” ujar Desi Lusiana Wardani.
Ia menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat menentukan dalam mencegah potensi meluasnya penularan virus, khususnya virus yang menyebar melalui percikan droplet seperti Influenza A (H3N2). Oleh karena itu, disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung kembali mengingatkan pentingnya penerapan gaya hidup CERDIK sebagai langkah pencegahan umum, yakni:
Cek kesehatan secara rutin,
Enyahkan asap rokok,
Rajin berolahraga,
Istirahat yang cukup, serta
Kelola stres dengan baik.
Menurut Desi, daya tahan tubuh yang baik merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai penyakit menular, termasuk influenza. Pola hidup sehat yang dilakukan secara konsisten akan membantu menekan risiko penularan maupun keparahan penyakit.
Selain itu, Desi juga menyampaikan sejumlah langkah pencegahan khusus terkait Influenza A (H3N2). Masyarakat diimbau untuk:
Menggunakan masker saat berada di tempat keramaian,
Tetap memakai masker ketika sedang sakit,
Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,
Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, serta
Menghindari aktivitas berlebihan saat kondisi tubuh menurun.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan juga mendorong masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, penderita penyakit penyerta, serta tenaga kesehatan, untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan secara mandiri. Langkah ini dinilai efektif untuk memutus mata rantai penularan dan mengurangi risiko gejala berat.
Vaksinasi tahunan sangat dianjurkan bagi kelompok rentan sebagai bentuk perlindungan diri sekaligus upaya menekan penyebaran virus di masyarakat,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung memastikan terus melakukan pemantauan, edukasi, serta koordinasi lintas sektor guna menjaga kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan di wilayah Tulungagung. Sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan agar informasi yang diterima tidak simpang siur.
Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, potensi penyebaran Influenza A (H3N2) dapat dikendalikan,” tegas Desi.
Menutup pernyataannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimistis dan tidak lengah dalam menjaga kesehatan.
Tetap semangat, tetap sehat, dan bersama-sama kita bisa menghadapi situasi ini dengan baik,” pungkasnya.(Ft)

