MAGETAN – Dunia pendidikan di Kabupaten Magetan kembali dihebohkan oleh ulah belasan oknum yang mengaku sebagai wartawan. Mereka diduga mendatangi sejumlah sekolah untuk meminta uang dengan dalih Tunjangan Hari Raya (THR), bahkan disertai ancaman pemberitaan negatif apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Aksi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan pihak sekolah. Pasalnya, kedatangan para oknum tersebut bukan sekadar untuk melakukan peliputan, melainkan menawarkan kerja sama pemberitaan yang berujung pada permintaan sejumlah uang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Ponorogo–Magetan, Maskun, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi ataupun imbauan kepada sekolah untuk memberikan uang kepada pihak tertentu.
“Kalau terkait THR, apabila ada yang memberi itu sifatnya pribadi, bukan urusan lembaga. Dari Cabang Dinas tidak pernah ada imbauan atau rekomendasi seperti itu,” ujar Maskun saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, praktik yang dilakukan oknum tersebut tidak mencerminkan hubungan profesional antara media dan lembaga pendidikan. Kerja sama yang seharusnya bersifat saling menguntungkan justru berubah menjadi tekanan terhadap pihak sekolah.
Maskun mengaku menyayangkan apabila media dijadikan alat untuk menekan institusi pendidikan dengan ancaman pemberitaan miring.
“Namanya kerja sama media seharusnya mutualisme atau saling menguntungkan. Tetapi yang terjadi justru sekolah tidak mendapatkan manfaat apa pun, bahkan diancam akan diberitakan negatif seperti tudingan pungli dan sebagainya,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu sekolah di Magetan sempat didatangi sekitar 15 orang yang mengaku sebagai wartawan dari luar daerah. Mereka meminta uang dengan nominal berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per orang.
Foto kedatangan belasan orang tersebut bahkan sempat viral di media sosial. Akibat tekanan yang cukup besar dan demi menjaga situasi tetap kondusif, pihak sekolah akhirnya memberikan uang sekitar Rp50 ribu per orang.
Menanggapi kejadian tersebut, Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur mengingatkan seluruh kepala sekolah agar lebih waspada dan selektif ketika menerima tamu yang mengatasnamakan wartawan atau media.
Selain itu, pihak Cabang Dinas juga telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan situasi di lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.
“Kami sudah menyampaikan kepada para kepala sekolah agar berhati-hati. Kami juga berkomunikasi dengan aparat penegak hukum agar kondisi pendidikan di Magetan tetap kondusif,” pungkas Maskun.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi wartawan yang seharusnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik tidak boleh disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi yang dapat merusak citra dunia pers.(Ft)
Diduga Bermodus Wartawan, Belasan Oknum Datangi Sekolah di Magetan Minta THR dan Ancam Pemberitaan Negatif

