Tulungagung,-Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menggelar kegiatan penyampaian dan penjelasan hasil asesmen bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kepada sejumlah kepala sekolah SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh U’un Suncahyo selaku Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar formalitas menerima siswa berkebutuhan khusus di sekolah, melainkan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimilikinya.
Menurutnya, kegiatan penyampaian hasil asesmen ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan pendidikan inklusif di satuan pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, sekolah diharapkan dapat memahami hasil asesmen yang telah dilakukan serta menjadikannya sebagai dasar dalam memberikan layanan pendidikan yang tepat bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
“Hasil asesmen ini bukan sekadar dokumen laporan, tetapi merupakan dasar strategis bagi sekolah dalam menentukan langkah-langkah pelayanan pendidikan yang tepat bagi siswa berkebutuhan khusus,” ujar U’un Suncahyo.
Ia menegaskan bahwa hasil asesmen tersebut harus benar-benar ditindaklanjuti oleh sekolah dan tidak hanya disimpan sebagai arsip.
Hasil asesmen dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI) maupun strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa berkebutuhan khusus.
Selain itu, pihaknya juga mendorong penguatan kapasitas guru yang menangani siswa berkebutuhan khusus.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang inklusif, sabar, serta mampu memahami karakter dan kebutuhan setiap peserta didik.
“Guru yang menangani siswa berkebutuhan khusus harus memiliki pemahaman, kesabaran, serta kompetensi yang memadai. Sekolah perlu memberikan dukungan kepada guru agar terus meningkatkan kemampuan dalam menangani peserta didik dengan kebutuhan khusus,” jelasnya, Rabu(11/3/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, serta tenaga ahli seperti psikolog dan pendamping pendidikan. Sinergi dari berbagai pihak dinilai sangat menentukan keberhasilan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
“Keberhasilan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak dapat dilakukan oleh sekolah saja. Diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, tenaga ahli, serta pihak terkait lainnya agar layanan pendidikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, U’un juga menegaskan bahwa tidak boleh ada diskriminasi dalam layanan pendidikan. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa berkebutuhan khusus sehingga mereka dapat berkembang secara optimal.
Ia berharap kegiatan penyampaian hasil asesmen ini menjadi momentum bagi seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Tulungagung untuk semakin memperkuat komitmen dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif.
“Sekolah harus menjadi tempat yang ramah bagi semua anak, tempat di mana setiap anak dihargai, dibimbing, dan diberikan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(Ft)

