Balikpapan — Pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang digelar oleh Polda Kalimantan Timur hingga hari ke-13, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret 2026, menunjukkan situasi kamtibmas yang relatif terkendali meskipun terjadi peningkatan pada sejumlah indikator, khususnya kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev), tercatat sebanyak 229 kejadian gangguan kamtibmas, yang terdiri dari 205 kasus kejahatan, 2 pelanggaran, 18 gangguan, serta 4 kejadian bencana. Dari total kejahatan tersebut, didominasi oleh kejahatan konvensional sebanyak 179 kasus, disusul kejahatan transnasional 24 kasus, serta kejahatan terhadap kekayaan negara sebanyak 2 kasus.
Secara kewilayahan, Polresta Balikpapan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi yakni 70 kasus, diikuti Polresta Samarinda sebanyak 51 kasus, serta Polres Penajam Paser Utara sebanyak 20 kasus. Sementara wilayah lainnya seperti Berau, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, Kukar, Paser hingga Mahakam Ulu juga mencatat kejadian dengan jumlah yang bervariasi.
Di sisi lain, angka kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan signifikan. Pada Operasi Ketupat Mahakam 2026 tercatat 30 kejadian laka lantas, naik 11 kasus atau 58 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 19 kejadian. Korban meninggal dunia tercatat 10 orang (naik 43 persen), luka berat 27 orang (naik 80 persen), serta luka ringan 11 orang (naik 120 persen).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa peningkatan angka kecelakaan menjadi perhatian serius jajaran kepolisian, khususnya dalam momentum arus mudik dan balik Lebaran.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Patuhi aturan lalu lintas, jaga jarak aman, serta hindari berkendara dalam kondisi lelah. Keselamatan adalah yang utama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Timur.
Dalam pelaksanaan operasi, seluruh satuan tugas telah melaksanakan kegiatan secara optimal. Tercatat total 9.135 kegiatan dari seluruh satgas, meliputi kegiatan preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga bantuan operasional. Kegiatan preemtif dan preventif secara umum mengalami peningkatan, meskipun terdapat beberapa wilayah yang perlu ditingkatkan intensitasnya.
Pada aspek penegakan hukum, jumlah tilang mengalami kenaikan signifikan sebesar 116 persen atau sebanyak 854 penindakan, sementara teguran menurun 53 persen menjadi 2.936 kegiatan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan tindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas selama operasi berlangsung.
Selain itu, volume lalu lintas kendaraan juga mengalami peningkatan. Pada jalan tol Balikpapan–Samarinda tercatat sebanyak 187.075 kendaraan melintas selama periode Lebaran 2026, meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara volume kendaraan di ruas tol menuju Ibu Kota Nusantara mencapai 53.008 kendaraan dalam periode 13 hingga 23 Maret 2026.
Polda Kaltim menegaskan bahwa seluruh jajaran di wilayah hukum Polda Kaltim diharapkan terus meningkatkan kegiatan preemtif, preventif, serta represif guna menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas. Penanganan setiap kejadian juga diminta dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai prosedur yang berlaku, guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Idulfitri.
Korwil Kaltim Muhammad Thio Adnan

