TULUNGAGUNG,-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Deni, angkat bicara terkait mencuatnya dugaan pemerasan terhadap kepala sekolah yang saat ini tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dugaan tersebut sebelumnya diungkap KPK dalam pengembangan kasus yang menjerat Bupati Tulungagung nonaktif, Gatut Sunu Wibowo. Selain kepala dinas, praktik pemerasan disebut juga menyasar kepala sekolah dan camat, bahkan diduga terdapat “label harga” untuk jabatan tertentu.
Menanggapi hal itu, Deni mengaku belum mengetahui secara pasti terkait informasi yang berkembang tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak berada dalam kapasitas untuk memberikan penjelasan atas substansi perkara yang tengah ditangani KPK.
“Mohon maaf saya tidak mengetahui hal tersebut. Fokus kami saat ini sebagai Plt di Dinas Pendidikan adalah memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (15/4/2026).
Sebelumnya, awak media juga telah mengajukan konfirmasi langsung guna memperoleh kejelasan dan menjaga keberimbangan pemberitaan, khususnya terkait dugaan praktik pemerasan terhadap kepala sekolah. Dalam konfirmasi tersebut, Deni dimintai tanggapan apakah benar praktik tersebut terjadi di lingkungan pendidikan.
Namun, ia kembali menegaskan tidak mengetahui detail persoalan dimaksud dan memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh.
Di tengah sorotan publik terhadap kasus ini, Deni memastikan bahwa aktivitas pendidikan di Kabupaten Tulungagung tetap berjalan normal. Ia menekankan bahwa jajaran Dinas Pendidikan saat ini berkomitmen penuh menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami fokus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, KPK menyatakan penyidikan masih terus berjalan dan membuka kemungkinan adanya pengembangan perkara, termasuk penelusuran pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik pemerasan tersebut.(Ft)

