TULUNGAGUNG,-Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung masa bakti 2025–2028 yang digelar di Ballroom Crown Victoria Hotel Tulungagung, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Halal Bihalal serta Seminar Hukum Kesehatan, yang diikuti oleh ratusan tenaga medis dan tamu undangan dari berbagai unsur.

Mengusung tema penguatan profesionalisme dokter dan solidaritas organisasi dalam pelayanan kesehatan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal organisasi profesi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Tulungagung.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut. Dari tingkat provinsi, hadir perwakilan IDI Wilayah Jawa Timur, yakni dr. Mokh. Rofig Hindiono selaku Ketua Bidang Organisasi serta dr. Adv. H. Dedi Ismiranto sebagai Ketua BHP2A IDI Jawa Timur. Kehadiran keduanya mencerminkan dukungan struktural dan pembinaan organisasi profesi dari tingkat wilayah terhadap cabang di daerah.
Selain itu, tampak pula Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Tulungagung, Ketua IDI Cabang Tulungagung terpilih, ketua demisioner, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan sinergi yang kuat antara organisasi profesi, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan di sektor kesehatan.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh para ketua organisasi profesi kesehatan lainnya seperti PDGI, PPNI, IBI, IAI, dan Persagi. Kehadiran berbagai organisasi tersebut memperkuat kolaborasi antar tenaga kesehatan dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan yang terpadu dan berkelanjutan di Tulungagung.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus IDI yang baru saja dilantik. Ia menekankan bahwa pelantikan ini tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai awal dari amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, organisasi profesi seperti IDI memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan, meningkatkan kompetensi tenaga medis, serta menegakkan etika profesi kedokteran di tengah dinamika dan tantangan yang terus berkembang.
“Pelantikan ini adalah titik awal dari tanggung jawab besar. Saya berharap pengurus yang baru mampu memperkuat organisasi, menjaga profesionalisme, serta terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Tulungagung,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga memberikan apresiasi kepada pengurus IDI periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama masa kepengurusan. Ia menilai, kerja keras dan kontribusi tersebut telah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi ke depan.
“Semoga apa yang telah dilakukan menjadi amal jariyah. Kepada pengurus yang baru, selamat bekerja. Mari kita bersama-sama mewujudkan Tulungagung yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkas Ahmad Baharudin.
Melalui pelantikan ini, diharapkan IDI Cabang Tulungagung dapat semakin solid, adaptif, dan responsif terhadap berbagai tantangan di bidang kesehatan. Tidak hanya dalam aspek pelayanan medis, tetapi juga dalam edukasi masyarakat, penegakan etika profesi, serta kontribusi aktif dalam mendukung kebijakan pembangunan kesehatan daerah.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan seluruh tenaga kesehatan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem kesehatan yang kuat, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(Ft)

