Site icon Saksi Hukum Indonesia

Camat Kalidawir Tegaskan Larung Sembonyo Simbol Budaya, Keselamatan Nelayan dan Kekuatan Pesisir Tulungagung

Tulungagung,-Upacara Adat Labuh Laut atau Larung Sembonyo Tahun 2026 di Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya, Jumat (8/5/2026). Tradisi tahunan masyarakat nelayan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, SM, MM, jajaran Forkopimcam Kalidawir, tokoh adat, tokoh agama, dan ribuan masyarakat pesisir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Forkopimcam Kalidawir, Camat Kalidawir Rusdiyanto, S.STP., MM., Danramil Kalidawir, Kapolsek Kalidawir, Kasat Polairud Kamladu Popoh, Dan Posmat TNI AL Popoh, Kepala IPPE Sine, Kepala UPT PPP Popoh, serta kepala desa Kepala Desa Kalibatur, jengglungharjo, banyuurip,rejosari dan desa wilayah pesisir sekitar Pantai Sine.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Upacara Adat Labuh Laut bukan sekadar tradisi melarung sesaji ke tengah laut, tetapi merupakan bentuk rasa syukur para nelayan kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan keselamatan saat melaut.
“Jika kita bicara Upacara Labuh Laut, maka kita bicara tentang rasa syukur dan budaya. Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga doa agar nelayan selalu diberi keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah,” ujar Ahmad Baharudin.

Ia menilai Larung Sembonyo merupakan budaya adiluhung warisan leluhur yang harus terus dijaga keberlangsungannya sebagai identitas masyarakat pesisir Tulungagung.
“Jika budaya tidak dirawat, maka jati diri akan hilang. Karena itu, pemerintah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tokoh adat, panitia, dan masyarakat nelayan yang terus menjaga tradisi ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kesejahteraan nelayan melalui berbagai program pemberdayaan, bantuan sarana penunjang, hingga pelatihan bagi masyarakat pesisir.

Menurutnya, tantangan nelayan mulai dari cuaca ekstrem, kebutuhan BBM, hingga alat tangkap menjadi perhatian pemerintah daerah agar aktivitas melaut tetap berjalan aman dan produktif.
“Jika ada kendala cuaca, BBM maupun alat tangkap, maka pemerintah daerah akan terus berupaya memfasilitasi melalui program-program pemberdayaan dan pelatihan yang terstruktur agar nelayan semakin sejahtera,” ungkapnya.

Selain itu, Plt Bupati juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian laut dengan menghentikan praktik perusakan lingkungan seperti penggunaan bom ikan dan pembuangan sampah plastik ke laut.
“Jika kita ingin laut terus memberi kehidupan, maka kita juga wajib menjaganya. Stop bom ikan dan stop membuang sampah plastik ke laut. Menjaga laut adalah bentuk syukur kita yang sesungguhnya,” katanya.

Sementara itu, Camat Kalidawir Rusdiyanto, S.STP., MM., menyampaikan bahwa Larung Sembonyo bukan hanya agenda budaya tahunan, melainkan simbol kekuatan spiritual, persatuan masyarakat pesisir, dan penghormatan terhadap warisan leluhur yang terus dijaga hingga saat ini.
“Larung Sembonyo adalah identitas dan kebanggaan masyarakat pesisir Kalidawir. Tradisi ini bukan hanya budaya, tetapi juga doa bersama agar para nelayan diberikan keselamatan, keberkahan rezeki, serta dijauhkan dari segala musibah saat melaut,” tegas Rusdiyanto.

Ia menambahkan, Pemerintah Kecamatan Kalidawir akan terus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari kekuatan sosial sekaligus daya tarik wisata daerah.
“Kalidawir memiliki kekayaan budaya dan potensi wisata luar biasa. Karena itu, kami berkomitmen menjaga tradisi ini agar tetap lestari sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor budaya dan pariwisata,” ujarnya.

Rusdiyanto juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Pantai Sine yang dinilai mampu menjaga tradisi secara turun-temurun dengan penuh ketertiban, kebersamaan, dan nilai religius yang kuat.
“Kami bangga melihat semangat masyarakat nelayan Pantai Sine yang tetap menjaga budaya leluhur di tengah perkembangan zaman. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kalidawir memiliki karakter kuat, religius, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” pungkasnya.

Puncak acara Larung Sembonyo ditandai dengan prosesi pelarungan sesaji ke tengah laut yang diiringi doa bersama masyarakat nelayan Pantai Sine. Tradisi tersebut menjadi simbol harapan agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan hasil tangkapan yang melimpah sepanjang tahun.
Ribuan warga tampak memadati kawasan Pantai Sine untuk menyaksikan prosesi adat yang telah menjadi agenda budaya tahunan masyarakat pesisir Tulungagung tersebut.(Ft)

Exit mobile version