TULUNGAGUNG,-Video yang direkam salah satu warga dan mulai beredar luas di media sosial sejak Senin (25/5/2026) mengungkap kondisi memprihatinkan bangunan SD Negeri 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Dalam video tersebut terlihat sejumlah bagian bangunan mengalami keretakan cukup parah hingga akhirnya salah satu bangunan ambruk.
Viralnya video tersebut langsung memicu perhatian masyarakat terhadap kondisi bangunan sekolah sekaligus dugaan adanya dampak dari lalu lalang kendaraan berat yang selama ini melintas di sekitar lingkungan sekolah.
Menurut warga, kerusakan bangunan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Retakan pada dinding, perubahan struktur bangunan, hingga getaran yang dirasakan saat kendaraan bertonase besar melintas disebut menjadi keluhan yang sering dibicarakan masyarakat sekitar.
“Dulu kerusakannya tidak separah sekarang. Setelah kendaraan berat semakin sering melintas, retakan bangunan terlihat semakin bertambah dan kondisi sekolah semakin mengkhawatirkan,” ungkap salah seorang warga.
Video yang direkam warga tersebut kemudian menjadi perbincangan publik setelah memperlihatkan kondisi bangunan yang dinilai membahayakan. Warga berharap video tersebut menjadi perhatian serius pemerintah agar segera dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan sekolah.
Masyarakat juga meminta instansi terkait tidak hanya fokus pada penanganan bangunan yang ambruk, tetapi juga menelusuri penyebab kerusakan yang terjadi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kemungkinan dampak getaran akibat aktivitas kendaraan berat yang kerap melintas di sekitar lokasi sekolah.
Di sisi lain, muncul pertanyaan baru setelah diketahui bangunan kelas yang ambruk tersebut merupakan bangunan yang baru dibangun pada tahun 2025. Fakta tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai penyebab bangunan yang relatif baru itu mengalami kerusakan hingga ambruk dalam waktu yang terbilang singkat.
Sejumlah warga mempertanyakan apakah kerusakan tersebut murni disebabkan persoalan teknis konstruksi, kualitas pekerjaan pelaksana proyek, kualitas material yang digunakan, atau justru dipengaruhi faktor eksternal berupa getaran dari kendaraan bertonase berat yang diduga terkait aktivitas pembangunan gedung di belakang area SDN 1 Babadan.
“Kalau bangunan itu memang baru dibangun tahun 2025, tentu masyarakat bertanya-tanya. Apakah ada masalah pada kualitas pekerjaannya atau ada faktor lain yang mempercepat kerusakan. Semua harus dibuka secara transparan melalui pemeriksaan teknis,” ujar warga lainnya.
Menurut warga, pemeriksaan teknis yang dilakukan pemerintah nantinya harus mampu menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat, termasuk kemungkinan adanya kesalahan perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, kondisi struktur tanah, hingga dampak aktivitas kendaraan berat terhadap bangunan sekolah.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya, S.STP., M.M., Selasa(26/5/2026),mengatakan pihaknya langsung menjadwalkan peninjauan lapangan setelah menerima informasi terkait kondisi SDN 1 Babadan.
“Sebenarnya tidak diabaikan. Kami tetap memprioritaskan sekolah yang membutuhkan penanganan. Untuk SDN 1 Babadan, saya baru mengetahui kondisinya kemarin dan hari ini kami jadwalkan peninjauan lapangan,” ujarnya.
Teguh menjelaskan bahwa bangunan yang ambruk berdasarkan informasi dari pihak sekolah sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Ia juga mengakui belum menerima laporan tertulis sebelumnya terkait kondisi kerusakan bangunan tersebut.
Dalam keterangannya, Teguh turut mengungkap bahwa Dinas Pendidikan sebenarnya telah memiliki data kondisi bangunan sekolah, namun data tersebut belum diperbarui secara berkala.
“Data memang sudah ada, tetapi belum ter-update secara berkala. Ke depan akan kami perbarui secara rutin dan kami tingkatkan monitoring ke sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian khusus,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai pengawasan kondisi bangunan sekolah, Teguh mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam proses monitoring. Karena itu, pihaknya berharap adanya peran aktif masyarakat dan sekolah untuk melaporkan kondisi kerusakan yang terjadi di lapangan.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Karena itu peran serta masyarakat dan sekolah sangat penting sebagai tambahan informasi yang akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan SDN 1 Babadan akan menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Peristiwa yang viral sejak Senin (25/5/2026) tersebut kini tidak hanya menjadi perhatian terkait keselamatan siswa, tetapi juga memunculkan tuntutan agar dilakukan audit dan investigasi teknis secara menyeluruh. Masyarakat berharap hasil pemeriksaan nantinya dapat mengungkap penyebab pasti kerusakan dan ambruknya bangunan, termasuk menjawab apakah terdapat persoalan pada kualitas pembangunan tahun 2025 atau adanya pengaruh dari aktivitas kendaraan berat yang selama ini dikeluhkan warga.
Hingga kini, warga masih menunggu hasil pemeriksaan dari pemerintah daerah dan instansi teknis terkait. Mereka berharap proses investigasi dilakukan secara terbuka dan profesional sehingga penyebab sebenarnya dapat diketahui serta menjadi dasar penentuan langkah perbaikan maupun pertanggungjawaban apabila ditemukan adanya kelalaian dari pihak tertentu.(Ft)

