TULUNGAGUNG,-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung menggelar Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Jumat (5/6/2026), di Kelurahan Kepatihan RT 003 RW 009 Kecamatan Tulungagung.
Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Kepala UPT Bapenda Provinsi Jawa Timur, kepala OPD, camat se-Kabupaten Tulungagung, organisasi masyarakat, organisasi pemuda, komunitas lingkungan, hingga perwakilan sekolah Adiwiyata.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, Anang Prastitianto, S.T., M.Si., menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah semata.
Langkah ini dilakukan untuk menekan volume sampah, menjaga kelestarian lingkungan, dan mewujudkan ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Anang dalam laporannya.
Menurutnya, gerakan pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk membangun budaya pengelolaan sampah sejak tingkat rumah tangga.
DLH Tulungagung juga meluncurkan Gerakan Ayo Pilah Sampah yang disertai penerbitan Surat Instruksi Bupati kepada seluruh instansi dan masyarakat agar mulai menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama sejumlah lembaga dan instansi terkait dalam upaya pengolahan sampah berkelanjutan di Kabupaten Tulungagung.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan tanpa aksi nyata.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi panggilan mendesak untuk menghadapi ancaman perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan persoalan sampah,” tegasnya.
Pada tahun 2026, dunia mengangkat tema global “Inspired by Nature For Climate, For Our Future” dengan kampanye #NowForClimate. Sedangkan Pemerintah Indonesia mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim.”
Meski deklarasi dan gerakan terus digaungkan, masyarakat kini menunggu langkah konkret DLH Tulungagung dalam menangani persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi masalah serius di sejumlah wilayah.
Pasalnya, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan lewat slogan dan kegiatan seremonial semata. Minimnya budaya memilah sampah, keterbatasan fasilitas pengolahan, hingga lemahnya pengawasan di lapangan masih menjadi tantangan besar yang harus segera dijawab.
Karena itu, publik berharap gerakan yang dicanangkan DLH Tulungagung benar-benar diwujudkan melalui kebijakan nyata, pengawasan berkelanjutan, serta edukasi masif kepada masyarakat agar persoalan sampah tidak terus menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.(Ft,)

