TULUNGAGUNG,-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di TK Dharma Wanita Kutoanyar kini menuai sorotan tajam setelah muncul dugaan makanan yang dibagikan kepada siswa terasa pahit dan diduga tidak layak dikonsumsi.
Ironisnya, di tengah kekhawatiran soal kesehatan anak-anak, Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Kutoanyar, Endah, justru memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (3/6/2026).
Keluhan soal rasa makanan yang tidak normal disebut muncul dari siswa usai menu MBG dibagikan di lingkungan sekolah. Dugaan ini langsung memantik pertanyaan serius terkait pengawasan kualitas makanan yang diberikan kepada anak usia dini.
Awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Sekolah Endah dengan sejumlah pertanyaan penting, mulai dari sejak kapan pihak sekolah mengetahui adanya keluhan makanan pahit, apakah dilakukan pengecekan terhadap menu MBG, hingga alasan makanan tetap dibagikan apabila sudah muncul indikasi bermasalah.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga dimintai penjelasan apakah ada laporan resmi kepada penyedia maupun dinas terkait serta siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan distribusi makanan di sekolah.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah Endah belum memberikan jawaban maupun klarifikasi resmi.
Sikap bungkam tersebut justru memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan program MBG di lingkungan sekolah. Padahal makanan yang dikonsumsi anak-anak bukan persoalan sepele, melainkan menyangkut kesehatan bahkan keselamatan siswa.
Publik pun mempertanyakan bagaimana sistem kontrol makanan bisa berjalan jika keluhan soal rasa makanan diduga bermasalah tidak segera dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
Program MBG yang seharusnya menjadi upaya pemenuhan gizi anak justru dikhawatirkan berubah menjadi ancaman apabila pengawasan kualitas makanan dilakukan secara asal-asalan.
Kini masyarakat menunggu keberanian pihak terkait untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menelusuri kualitas makanan serta tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam distribusi MBG di sekolah tersebut.(Ft)

