TULUNGAGUNG,-Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung meneguhkan komitmennya sebagai organisasi profesi perangkat desa melalui peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-20 yang mencapai puncaknya dalam kegiatan Istighotsah dan Doa Bersama di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung, Selasa (16/6/2026).
Peringatan dua dekade perjalanan PPDI tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga besar perangkat desa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme aparatur desa, serta memperkokoh pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rangkaian Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Tulungagung telah dimulai sejak awal Juni 2026. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para Bupati Tulungagung pada 4 Juni 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pemimpin daerah terdahulu yang telah memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya, pada 14 Juni 2026 digelar lomba paduan suara yang diikuti perwakilan perangkat desa dari berbagai kecamatan sebagai sarana mempererat kebersamaan, kekompakan, dan rasa persaudaraan antaranggota PPDI.
Puncak peringatan Harlah ke-20 diwujudkan melalui kegiatan Istighotsah dan Doa Bersama yang dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi profesi, kepala desa, perangkat desa, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta tamu undangan lainnya.
Tampak hadir Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., M.M., Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Marsono, S.Sos., Kapolres Tulungagung, Dandim 0807 Tulungagung, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung beserta jajaran, para camat se-Kabupaten Tulungagung, Direktur PT BPR Bank Tulungagung Perseroda, perwakilan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta unsur Forkopimda lainnya.
Turut hadir pula Ir. Heru Cahyono, M.M. bersama Dewan Penasihat PPDI Kabupaten Tulungagung, Dewan Pakar PPDI, Dewan Kode Etik PPDI,para kepala desa se-Kabupaten Tulungagung, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), insan media cetak, televisi, dan media online.
Selain itu hadir Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Kelompok Kerja (Pokja) PPDI Kabupaten Tulungagung, Pengurus Kabupaten PPDI Tulungagung, Pengurus Kecamatan PPDI se-Kabupaten Tulungagung, Satgas PPDI Kabupaten Tulungagung, serta seluruh perangkat desa dan sekretaris desa yang berjumlah 2.645 orang dari seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.
Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, menyampaikan bahwa Harlah ke-20 PPDI merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi organisasi sekaligus memperkuat komitmen seluruh perangkat desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pembangunan daerah dari tingkat desa.
Menurutnya, perangkat desa memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, integritas, profesionalisme, serta etika pelayanan harus terus menjadi perhatian bersama.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Tulungagung mulai dari ziarah makam para Bupati Tulungagung, lomba paduan suara, hingga puncak acara Istighotsah dan Doa Bersama dapat terlaksana dengan baik. Ini merupakan bukti nyata soliditas, kebersamaan, dan kekompakan keluarga besar PPDI Kabupaten Tulungagung,” ujar Abdul Fatah.
Ia menegaskan bahwa perangkat desa dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan regulasi, teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas pemerintahan desa.
Harlah ini harus menjadi momentum memperkuat komitmen pengabdian perangkat desa kepada masyarakat. Kita harus terus meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, memperkuat profesionalisme, dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Abdul Fatah menambahkan bahwa semangat kebersamaan yang terbangun dalam organisasi PPDI selama dua dekade terakhir harus terus dijaga sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan desa di masa mendatang.
Mengusung slogan “PPDI, Satu Tekad, Satu Tujuan, Satu Komando”, organisasi ini berkomitmen untuk terus menjaga soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya perangkat desa, memperkuat profesionalisme, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Peringatan Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Tulungagung menjadi bukti kuatnya solidaritas perangkat desa di Kabupaten Tulungagung. Melalui momentum tersebut, PPDI berharap mampu terus menjadi wadah pemersatu perangkat desa sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Ft)

