TULUNGAGUNG,-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Tulungagung menuntaskan rangkaian Safari GERDU KALIMASADA (Gerakan Peduli Kawasan Lingkungan Masyarakat Sadar Adminduk Data Akurat) di seluruh 12 kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Tulungagung. Program jemput bola tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat tertib administrasi kependudukan sekaligus meningkatkan kualitas data yang menjadi fondasi berbagai kebijakan dan pelayanan
Rampungnya pelaksanaan safari ini menandai berakhirnya rangkaian pelayanan lapangan yang berlangsung sejak 19 Mei hingga 1 Juli 2026. Selama hampir dua bulan, petugas Dispendukcapil turun langsung ke setiap kelurahan untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat, sehingga warga tidak perlu datang ke kantor Dispendukcapil untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung, Nina Hartiani, S.H., M.A.P., Kamis (2/7/2026), menegaskan bahwa administrasi kependudukan bukan sekadar urusan penerbitan KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran maupun dokumen lainnya. Lebih dari itu, data kependudukan merupakan aset strategis negara yang menjadi dasar hampir seluruh kebijakan pemerintah.
Menurutnya, ketepatan data kependudukan akan menentukan kualitas perencanaan pembangunan, penyaluran bantuan sosial, penyusunan daftar pemilih, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga berbagai program pemerintah lainnya.
Data kependudukan yang akurat merupakan fondasi pelayanan publik. Semakin baik kualitas data yang dimiliki pemerintah, maka semakin tepat pula kebijakan yang diambil dan semakin optimal pelayanan yang diterima masyarakat,” tegas Nina.
Program Gerdu Kalimasada dibangun dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat, pengurus RT dan RW, pemerintah desa maupun kelurahan serta Dispendukcapil sebagai pelaksana utama. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat pemutakhiran data kependudukan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi.
Program ini pertama kali diterapkan di Kelurahan Kedungsoko sebagai pilot project sejak diluncurkan pada 28 November 2025. Keberhasilan implementasi di wilayah tersebut menjadi dasar bagi Dispendukcapil untuk memperluas pelaksanaan program ke seluruh kelurahan di Kecamatan Tulungagung.
Selama pelaksanaan Safari Gerdu Kalimasada, pelayanan telah dilaksanakan di Kelurahan Bago, Jepun, Kampungdalem, Karangwaru, Kauman, Kenayan, Kutoanyar, Panggungrejo, Sembung, Tamanan, Tertek dan Kepatihan. Seluruh agenda pelayanan berhasil diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui program jemput bola tersebut, masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan ataupun menghabiskan waktu untuk datang ke kantor pelayanan. Di sisi lain, pemerintah memperoleh data kependudukan yang lebih akurat karena proses verifikasi dilakukan langsung di lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Keberhasilan menyelesaikan safari di 12 kelurahan juga menunjukkan bahwa pendekatan pelayanan yang mendekat kepada masyarakat masih menjadi salah satu metode paling efektif dalam meningkatkan kepatuhan administrasi kependudukan.
Data kependudukan yang akurat memiliki peran sangat penting karena menjadi dasar berbagai pelayanan pemerintah. Kesalahan data, sekecil apa pun, berpotensi menimbulkan persoalan dalam penyaluran bantuan sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan, perpajakan, penyusunan daftar pemilih, hingga berbagai kebijakan pembangunan lainnya. Oleh karena itu, pemutakhiran data secara berkala menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Melalui Gerdu Kalimasada, Dispendukcapil tidak hanya mengejar target administrasi semata, tetapi juga berupaya membangun budaya sadar administrasi kependudukan di tengah masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk segera melaporkan setiap perubahan data, seperti kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, maupun perubahan status perkawinan, menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas database kependudukan.
Rampungnya Safari Gerdu Kalimasada sekaligus menjadi indikator bahwa inovasi pelayanan publik berbasis jemput bola mampu memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat. Pola pelayanan seperti ini dinilai lebih efektif karena pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya menunggu warga datang ke kantor pelayanan.
Meski demikian, keberhasilan program ini juga menjadi tantangan bagi Dispendukcapil untuk memastikan kualitas data yang telah diperbarui benar-benar dipelihara secara berkelanjutan. Pemutakhiran data kependudukan tidak boleh berhenti pada kegiatan safari semata, melainkan harus terus dilakukan melalui koordinasi aktif dengan pemerintah desa, kelurahan, RT/RW, serta partisipasi masyarakat dalam melaporkan setiap perubahan data kependudukan.
Dengan selesainya pelaksanaan Safari Gerdu Kalimasada di seluruh kelurahan Kecamatan Tulungagung, Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat reformasi pelayanan administrasi kependudukan, meningkatkan kualitas data kependudukan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan, dan tepat sasaran bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung.(Ft)

