Tulungagung,-RSUD dr Iskak Tulungagung kembali menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit rujukan dengan standar pelayanan kesehatan berkelas nasional melalui pelaksanaan survei akreditasi bersama Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP). Proses penilaian ini menjadi momentum strategis untuk memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan sesuai standar mutu, keselamatan pasien, serta regulasi terbaru Kementerian Kesehatan RI sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024.

Tahapan survei dimulai secara daring pada 14–15 Juli 2026 melalui Zoom Meeting dari Ruang Conference IDIK Lantai 2 dengan melibatkan seluruh Kelompok Kerja (Pokja) dan Tim Akreditasi internal. Penilaian kemudian berlanjut secara langsung (on-site) pada 20–22 Juli 2026 melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem manajemen, tata kelola, hingga implementasi pelayanan di lapangan.
LARS-DHP menugaskan empat surveior senior, yakni dr. Raden Gunawan Effendi sebagai Ketua Tim, didampingi dr. Hendro Soelistijono, dr. Ika Rahayu Susanti, dan Wiwin Nur Siam, untuk melakukan asesmen secara komprehensif.
Ketua Tim Surveior, dr. Raden Gunawan Effendi, menegaskan bahwa survei akreditasi bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen penting untuk memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien di seluruh unit pelayanan rumah sakit.
Survei ini bukan sekadar ajang penilaian administratif, melainkan momentum bagi rumah sakit untuk memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien di setiap lini pelayanan,” tegasnya.
Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, menekankan bahwa akreditasi merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, aman, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menurutnya, pencapaian predikat akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan layanan secara berkelanjutan agar rumah sakit mampu menjawab tuntutan pelayanan kesehatan modern.
Dalam paparan kepada tim surveior, manajemen RSUD dr Iskak mempresentasikan berbagai indikator strategis, mulai dari profil institusi, capaian indikator mutu rumah sakit dan unit pelayanan, pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP), manajemen risiko melalui Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), hasil survei budaya keselamatan pasien, hingga implementasi clinical pathway.
Seluruh rangkaian asesmen ditutup dengan wawancara bersama jajaran manajemen, verifikasi dokumen setiap kelompok kerja, serta telusur langsung ke unit-unit pelayanan untuk memastikan standar mutu telah diterapkan secara konsisten dalam praktik pelayanan sehari-hari.
Melalui survei akreditasi ini, RSUD dr Iskak Tulungagung optimistis mampu meraih Predikat Akreditasi Paripurna, sekaligus semakin memperkokoh posisinya sebagai rumah sakit rujukan unggulan yang mengedepankan mutu pelayanan, keselamatan pasien, profesionalisme, dan tata kelola kesehatan berstandar nasional.(Ft)

