TULUNGAGUNG,-Bangunan DAM di kawasan Pacar, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, dilaporkan ambrol pada Selasa (25/8/2026). Peristiwa ini memantik perhatian sekaligus menimbulkan pertanyaan serius terkait kondisi dan pengawasan infrastruktur pengairan di wilayah tersebut.
Informasi dari warga(namru) menyebutkan, ambrolnya DAM terjadi pada hari ini dan baru diketahui. Lokasi bangunan yang mengalami kerusakan berada di sebelah selatan deretan ruko Junjung.
“DAM Pacar Junjung, ambleg mas,” ujar seorang warga.
Ketika dikonfirmasi mengenai waktu kejadian, warga tersebut menyebut ambrolnya bangunan terjadi hari ini.
“Hari ini mas, nembe… Posisi sak kidule ruko Junjung,” jelasnya.
Ambrolnya bangunan DAM tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan kerusakan fisik. Infrastruktur pengairan memiliki fungsi vital bagi masyarakat, sehingga kondisi konstruksi, pemeliharaan, serta pengawasannya patut dipertanyakan apabila sampai mengalami kerusakan.
Terlebih, apabila bangunan tersebut memiliki fungsi mengatur atau mengalirkan air untuk kepentingan masyarakat dan pertanian. Kerusakan yang tidak segera ditangani berpotensi menimbulkan persoalan lanjutan, terutama jika terjadi peningkatan debit air.
Pertanyaannya kini sederhana: bagaimana kondisi DAM sebelum ambrol, kapan terakhir dilakukan pemeriksaan, dan siapa yang bertanggung jawab memastikan bangunan tersebut tetap aman dan berfungsi?
Instansi teknis terkait dituntut tidak sekadar datang setelah kejadian. Pemeriksaan menyeluruh dan langkah penanganan harus segera dilakukan untuk memastikan ambrolnya DAM tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti ambrolnya DAM, tingkat kerusakan, serta dampaknya terhadap aliran air dan masyarakat sekitar masih belum diketahui secara pasti.
Awak media masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi terkini dan langkah penanganan terhadap DAM Pacar Junjung.(Ft)

