Tulungagung,-Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali membuka Program Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Berdasarkan Kompetensi melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.

Memasuki Batch II, program pelatihan tersebut resmi dilaksanakan melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan turut dihadiri unsur Koramil Kedungwaru dan Polsek Kedungwaru, jajaran Disnakertrans, UPT BLK, para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.
Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan Batch II yang terbagi dalam dua kelas, masing-masing 16 peserta. Dua kompetensi yang diberikan yakni Desain Grafis Muda dan Barista.
Pelatihan Barista memiliki durasi 120 jam pelajaran atau setara 15 hari kerja. Sementara pelatihan Desain Grafis memiliki durasi lebih panjang, yakni 240 jam pelajaran atau setara 30 hari kerja.
Perbedaan durasi tersebut disesuaikan dengan kompetensi dan materi pembelajaran yang harus dikuasai peserta. Selama mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga diarahkan menguasai keterampilan praktis yang dapat diterapkan di dunia kerja maupun dikembangkan menjadi peluang usaha secara mandiri.
Selain keterampilan teknis, pelaksanaan pelatihan juga mengedepankan nilai dasar BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
Plt Kepala Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Agus Pamungkas, S.Si.,M.Si.,meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
Agus menegaskan, peserta yang telah melalui proses seleksi harus memiliki kemauan kuat untuk meningkatkan kemampuan dan menjadi pribadi yang lebih kompeten dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan.
Harapan kita ketika teman-teman hadir di sini, mengikuti proses seleksi dan akhirnya terpilih sebagai peserta, sudah punya kesadaran tinggi. Ingin lebih baik daripada sebelumnya. Ingin menjadi seorang peserta yang mumpuni, menjadi seorang desain grafis yang mumpuni,” ujar Agus.
Menurutnya, pelatihan di BLK bukan sekadar kegiatan formal maupun rutinitas, melainkan proses pembentukan kompetensi agar peserta memiliki bekal yang lebih kuat dalam menghadapi dunia kerja.
Karena itu, peserta diminta menjaga semangat, kedisiplinan dan kesungguhan selama mengikuti seluruh tahapan pembelajaran.
Agus juga mendorong peserta membangun komunikasi serta jaringan selama berada di BLK. Menurutnya, jaringan tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi informasi, pengalaman hingga membuka peluang kerja setelah pelatihan selesai.
Agus secara tegas mengingatkan peserta agar tidak memiliki pola pikir bahwa mengikuti pelatihan otomatis membuat mereka langsung mendapatkan pekerjaan.
Jangan sekali-kali berpikir mengikuti pelatihan berarti pekerjaan akan terjadi. Tidak berarti besok selesai pelatihan langsung ada pekerjaan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pelatihan merupakan tahapan untuk mempersiapkan sumber daya manusia agar memiliki kompetensi dan kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.
Dengan demikian, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari peserta menyelesaikan pembelajaran atau memperoleh sertifikat, tetapi sejauh mana keterampilan tersebut benar-benar mampu diterapkan dan memberikan dampak terhadap masa depan peserta.
Agus juga menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan upaya penyiapan sumber daya manusia guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja, termasuk membuka peluang kerja ke luar negeri. Namun, proses tersebut masih berada pada tahap sosialisasi, pembinaan dan persiapan.
Karena itu, peserta diminta tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mempersiapkan sikap kerja, kedisiplinan, kemampuan komunikasi dan mental kerja.
“Tidak hanya pada sisi keterampilannya saja,” kata Agus.
Program pelatihan berbasis kompetensi tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan DBHCHT Tahun 2026 untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Tulungagung.
Dalam pelaksanaan program tahun 2026, Disnakertrans menyiapkan sejumlah bidang keterampilan, di antaranya servis sepeda motor sistem injeksi, digital marketing, desain grafis, barista, serta sejumlah program pelatihan lainnya.
Khusus Batch II, pelatihan difokuskan pada Desain Grafis Muda dan Barista, dengan masing-masing kelas diikuti 16 peserta.
Melalui program tersebut, Disnakertrans Kabupaten Tulungagung menargetkan lahirnya tenaga kerja yang berkualitas, kompeten, produktif dan siap bersaing, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.
Sebanyak 32 peserta Batch II diharapkan tidak berhenti pada perolehan sertifikat. Lebih dari itu, keterampilan yang diperoleh harus mampu diterapkan untuk membuka akses pekerjaan, meningkatkan produktivitas maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Dengan demikian, pemanfaatan DBHCHT tidak berhenti pada terselenggaranya pelatihan, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dalam memperkuat kompetensi dan kemandirian pencari kerja di Kabupaten Tulungagung.(Ft)

