TULUNGAGUNG,-Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Yuyun Wahyuni Ahmad Baharudin, S.E., melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Ngrance, Kecamatan Pakel, Kamis (24/9/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi, konsolidasi dan pembinaan gerakan PKK hingga tingkat desa.
Kegiatan dihadiri unsur Kecamatan Pakel, TP PKK Kecamatan, jajaran TP PKK Kabupaten, Kepala Desa Ngrance H. Mujiono, jajaran pemerintah desa, kader PKK serta unsur kesehatan.
Kehadiran Plt Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pemberdayaan keluarga sekaligus memberikan pembinaan dan arahan agar program PKK di tingkat desa semakin terarah, inovatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Yuyun Wahyuni Ahmad Baharudin menegaskan bahwa gerakan PKK harus benar-benar hadir di tengah keluarga dan masyarakat. PKK tidak boleh berhenti pada kegiatan administratif maupun seremonial, tetapi harus menjadi kekuatan pemberdayaan yang mampu menjawab kebutuhan keluarga.
Gerakan PKK harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga dan masyarakat. Kader bukan hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi harus menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing,” tegas Ny. Yuyun.
Ia menjelaskan, visi gerakan PKK adalah terwujudnya keluarga berdaya dan sejahtera untuk mendukung Asta Cita. Visi tersebut dijalankan melalui empat misi utama, yakni pembentukan karakter keluarga, peningkatan ekonomi keluarga, peningkatan kesehatan dan kelestarian lingkungan, serta penguatan tata kelola gerakan PKK.
Keluarga merupakan fondasi utama pembangunan. Karena itu, pemberdayaan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembentukan karakter, penguatan ekonomi, kesehatan, kelestarian lingkungan hingga pola asuh anak dan remaja,” jelasnya.
Salah satu perhatian utama TP PKK Kabupaten Tulungagung adalah penguatan ketahanan pangan dan gizi keluarga. Melalui Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabe), masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi keluarga.
Hal tersebut sejalan dengan revitalisasi AKU HATINYA PKK, yang mendorong pemanfaatan pekarangan dengan tanaman pangan, tanaman obat keluarga maupun tanaman unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi.
Menurut Ny. Yuyun, pekarangan rumah harus dioptimalkan menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga.
Pekarangan rumah jangan dibiarkan menjadi ruang kosong. Kita dorong menjadi lahan produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menghasilkan nilai tambah bagi keluarga,” ujarnya.
Penguatan ketahanan pangan juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pemenuhan gizi sekaligus memperkuat kemandirian rumah tangga.
Selain ketahanan pangan, TP PKK memberikan perhatian terhadap pola asuh anak dan remaja melalui PAAREDI atau Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital.
Menurut Ny. Yuyun, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan keluarga dalam melakukan pendampingan terhadap anak dan remaja.
Di era digital, keluarga tidak cukup hanya memberikan akses teknologi kepada anak. Orang tua harus hadir, mendampingi dan memberikan pemahaman agar teknologi digunakan secara bijak serta anak-anak terlindungi dari berbagai pengaruh negatif,” katanya.
Program PAAREDI diharapkan mampu memperkuat peran keluarga dalam membangun karakter anak dan remaja sekaligus menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Posyandu ILP Diperkuat
Dalam bidang pelayanan dasar masyarakat, Ny. Yuyun juga menekankan semakin strategisnya peran Posyandu melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP).
Posyandu kini tidak hanya berfokus pada balita, tetapi mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak-anak, remaja, usia produktif hingga lansia.
Pelaksanaan ILP berkaitan dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Dengan standar 25 jenis pelayanan, Posyandu diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat.
Posyandu harus terus diperkuat karena pelayanan yang diberikan sudah mencakup seluruh siklus kehidupan. Karena itu, kapasitas kader dan kolaborasi lintas sektor harus terus ditingkatkan agar pelayanan benar-benar menjangkau masyarakat,” tegas Ny. Yuyun.
TP PKK Kabupaten Tulungagung juga mendorong pelaksanaan KEMPING ASIK sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya penurunan angka stunting di Jawa Timur.
Program tersebut menitikberatkan pada pendampingan ibu menyusui melalui kader pendamping ASI eksklusif. Satu hingga dua kader PKK ditugaskan mendampingi ibu menyusui pada sekitar 10 rumah di lingkungan sekitarnya.
Pendampingan ibu menyusui harus dilakukan secara dekat dan berkelanjutan. Kader menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi sekaligus memastikan keluarga mendapatkan informasi yang benar mengenai pentingnya ASI eksklusif,” tutur Ny. Yuyun.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pentingnya ASI eksklusif sekaligus memperkuat dukungan terhadap ibu dan anak sejak masa awal kehidupan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Pakel, Ny. Siti Puatlaina Endik Eko Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Plt Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung. Kehadiran tersebut dinilai menjadi motivasi bagi kader untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pemberdayaan keluarga.
Kecamatan Pakel terdiri dari 19 desa. Desa Ngrance merupakan salah satu desa dengan status Desa Mandiri, berada di kawasan dataran rendah dengan panorama alam yang asri dan udara yang sejuk.
Mayoritas masyarakat Desa Ngrance bekerja di sektor pertanian. Desa ini juga berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas perekonomian dan perdagangan di Kecamatan Pakel, dengan keberadaan Pasar Desa Ngrance, BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ngrance H. Mujiono, berbagai potensi desa terus dikembangkan, termasuk pemberdayaan keluarga melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
Dalam bidang ketahanan pangan, kader mengembangkan AKU HATINYA PKK dengan memanfaatkan pekarangan untuk tanaman sayuran, tanaman obat keluarga dan tanaman pangan lainnya. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga sekaligus mendukung pencegahan stunting.
Di bidang ekonomi keluarga, program UP2K dikembangkan dengan mendorong perempuan mengolah berbagai potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Hasil pertanian maupun kerajinan, termasuk kerajinan bambu, terus diarahkan menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.
Sementara di bidang kesehatan, kader Posyandu Desa Ngrance aktif mendukung pelaksanaan ILP, edukasi pola asuh serta pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak yang berisiko mengalami stunting.
Dalam pelaksanaan program, masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, kebutuhan penguatan modal bagi pelaku usaha mikro serta perlunya optimalisasi inovasi kader.
Karena itu, kunjungan kerja TP PKK Kabupaten menjadi momentum untuk mendapatkan arahan, evaluasi dan penguatan agar program di Desa Ngrance semakin fokus, inovatif dan memberikan dampak bagi keluarga.
Ny. Yuyun berharap seluruh kader mampu menerjemahkan setiap program PKK ke dalam kegiatan konkret sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Saya berharap kader PKK terus bergerak, berinovasi dan bekerja bersama. Program yang baik harus diwujudkan dalam aksi nyata sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan keluarga, terutama dalam ketahanan pangan, peningkatan ekonomi, kesehatan, pendidikan keluarga dan lingkungan,” pungkasnya.
Kunjungan kerja ke Desa Ngrance tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan, Pemerintah Desa Ngrance, kader kesehatan dan seluruh elemen masyarakat.
Gerakan PKK di Kabupaten Tulungagung diarahkan semakin dekat dengan masyarakat, dengan keluarga sebagai pusat pemberdayaan. Ketahanan pangan, ekonomi keluarga, kesehatan, pola asuh anak, kelestarian lingkungan, penguatan Posyandu ILP hingga pendampingan ibu menyusui menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang mandiri, sehat, produktif dan sejahtera.(Ft)

