TULUNGAGUNG,-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung membawa dua potensi investasi strategis daerah dalam ajang East Java Investment Forum (EJIF) yang digelar di Grand City Convex, Surabaya, 1–2 Oktober 2026.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, Dra. Imro’atul Mufidah, M.Si., membenarkan terdapat dua potensi investasi yang ditawarkan Kabupaten Tulungagung dalam forum tersebut.
Ada dua potensi investasi yang kita tawarkan di EJIF. Satunya Agrowisata Wilis Sendang,” ujar Imro’atul Kamis,(1/10/2026).
Salah satu potensi investasi yang ditawarkan adalah Pembangunan Pabrik Pengolahan Ikan Patin Terpadu. Proyek tersebut menjadi salah satu Investment Project Ready to Offer (IPRO) unggulan Kabupaten Tulungagung yang diarahkan untuk menarik investor nasional maupun global.
Proyek ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam mendorong hilirisasi sektor perikanan, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperkuat kemandirian pangan, sekaligus memperluas daya saing produk perikanan Tulungagung.
Kabupaten Tulungagung memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan. Dalam dokumen investasi yang ditawarkan, Tulungagung disebut memiliki potensi budidaya ikan patin terbesar di Jawa Timur.
Potensi tersebut diperkuat dengan kesiapan lahan yang berstatus clear and clean serta siap dimanfaatkan untuk pembangunan kawasan industri pengolahan dan investasi jangka panjang.
Dari sisi konektivitas, lokasi proyek memiliki akses menuju jalan utama dan jalur tol sehingga mendukung distribusi bahan baku dari sentra budidaya menuju fasilitas pengolahan maupun pemasaran produk ke pasar domestik dan luar negeri.
Konsep pembangunan dirancang sebagai kawasan industri pengolahan patin terpadu dengan dukungan fasilitas produksi fillet dan produk olahan, cold storage dan gudang, kantor, laboratorium dan pusat pelatihan, instalasi pengolahan air limbah dan utilitas, area logistik dan parkir, jalan internal dan drainase, ruang terbuka hijau serta area cadangan pengembangan.
Kawasan tersebut juga dilengkapi kebutuhan utilitas berupa listrik, air, instalasi pengolahan air serta jaringan internet. Seluruh fasilitas dirancang untuk membentuk rantai industri yang terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan baku, penyimpanan, pengembangan produk, pengelolaan lingkungan hingga distribusi.
Dalam skema investasi, proyek ditawarkan melalui Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dengan kepastian kerja sama jangka panjang. Dokumen kelayakan investasi memuat skema pembiayaan pemerintah dan swasta, proyeksi pendapatan, biaya operasional, keuntungan, kontribusi kepada daerah serta pembagian hasil antara pemerintah daerah dan mitra investasi.
Dokumen tersebut juga memuat berbagai indikator kelayakan investasi yang menunjukkan prospek pengembangan proyek serta kemampuan usaha dalam mencapai titik impas produksi.
Selain sektor perikanan, DPMPTSP Tulungagung juga menawarkan Agrowisata Wilis Sendang sebagai potensi investasi strategis daerah.
Kawasan Sendang memiliki potensi pengembangan wisata berbasis alam dan pertanian yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pengembangan kawasan tersebut dapat membuka ruang investasi pada sektor pariwisata, agrowisata, akomodasi, ekonomi kreatif, produk unggulan lokal serta berbagai usaha pendukung lainnya.
Penawaran Agrowisata Wilis Sendang dalam forum EJIF menjadi bagian dari upaya Pemkab Tulungagung memperluas pilihan investasi dengan mengoptimalkan karakteristik dan potensi unggulan masing-masing wilayah.
Untuk memberikan kepastian dan kemudahan kepada calon investor, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan sejumlah stimulus. Salah satunya melalui Fasilitas Perizinan Jalur Cepat atau Fast Track yang diarahkan untuk mempercepat proses pengurusan perizinan secara transparan dan terintegrasi melalui sistem pelayanan terpadu.
Pemkab Tulungagung juga membuka kemudahan kerja sama dan kemitraan dengan skema kolaborasi yang fleksibel dan saling menguntungkan.
Untuk proyek pabrik patin, kemitraan strategis dengan pembudidaya patin lokal difasilitasi untuk menjaga kesinambungan dan stabilitas pasokan bahan baku. Sementara pengembangan Agrowisata Wilis Sendang diarahkan untuk membuka ruang keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat di sekitar kawasan.
Dukungan pemerintah daerah juga mencakup aspek pasar melalui promosi aktif untuk memperluas penetrasi produk, baik di pasar domestik maupun pasar luar negeri, serta pengembangan potensi wisata yang mampu menarik kunjungan dan aktivitas ekonomi.
Selain itu, Pemkab Tulungagung berkomitmen menjaga stabilitas iklim investasi melalui kepastian hukum dan dukungan kebijakan jangka panjang.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, Dra. Imro’atul Mufidah, M.Si., membawa kedua potensi tersebut sebagai bagian dari tawaran investasi strategis Kabupaten Tulungagung dalam forum EJIF.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas peran DPMPTSP dalam mempertemukan potensi daerah dengan investor serta membuka ruang kerja sama untuk pengembangan sektor-sektor yang memiliki nilai ekonomi dan prospek jangka panjang.
Melalui partisipasi dalam EJIF, DPMPTSP Tulungagung menargetkan hadirnya investor strategis nasional maupun global yang mampu mengembangkan potensi daerah secara modern, berdaya saing dan berkelanjutan.
Pembangunan pabrik pengolahan ikan patin terpadu tidak hanya diarahkan pada pembangunan fasilitas produksi. Proyek ini juga diproyeksikan membangun mata rantai ekonomi yang melibatkan pembudidaya lokal, tenaga kerja, pelaku usaha, sektor logistik hingga jaringan pasar.
Begitu pula dengan Agrowisata Wilis Sendang yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui keterlibatan masyarakat, pelaku UMKM, sektor jasa, pariwisata dan usaha pendukung lainnya.
Dengan menawarkan dua potensi tersebut, DPMPTSP Tulungagung berupaya mengubah kekuatan lokal menjadi peluang investasi yang memiliki nilai tambah.
Hilirisasi perikanan melalui pabrik patin terpadu serta pengembangan Agrowisata Wilis Sendang diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, memperluas lapangan kerja, memperkuat pelaku usaha lokal dan meningkatkan kontribusi sektor produktif terhadap perekonomian daerah.
Melalui proyek-proyek investasi yang ditawarkan di EJIF, arah investasi Kabupaten Tulungagung tidak sekadar mengejar masuknya modal, tetapi juga mendorong agar potensi lokal berkembang menjadi kekuatan industri, pariwisata dan ekonomi daerah yang memiliki daya saing lebih luas.(Ft)

