TULUNGAGUNG,-Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung membuat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terus menjadi perhatian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengakui keterbatasan armada tangki menjadi salah satu kendala dalam menjangkau seluruh wilayah terdampak. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menyalurkan bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung, Mamad, mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan distribusi air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air. Pengiriman dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan armada dan kondisi di lapangan.
Menurut Mamad, kekeringan yang terjadi diduga dipengaruhi oleh musim kemarau yang berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut menuntut penanganan berkelanjutan, terutama di wilayah yang mengalami dampak cukup parah.
Keterbatasan armada menjadi tantangan bagi BPBD untuk menjangkau masyarakat secara optimal. Karena itu, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta guna memperkuat dukungan distribusi air bersih.
Mamad menyebut Kecamatan Kalidawir sebagai salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup parah. Sementara itu, kondisi di Kecamatan Sendang juga menjadi perhatian, meskipun wilayah tersebut dikenal memiliki sejumlah sumber mata air.
Terkait perkiraan turunnya hujan, Mamad menyampaikan bahwa curah hujan diprediksi mulai terjadi pada Desember. Hingga saat itu, BPBD berupaya mengoptimalkan pengiriman air bersih serta menjajaki dukungan dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat terdampak.
Sebagai bagian dari upaya penanganan kekeringan, Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., melepas lima armada tangki bantuan air bersih di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (12/10/2026) pagi.
Bantuan tersebut disalurkan melalui kolaborasi Pemkab Tulungagung dan Baznas dengan total kapasitas 25.000 liter air bersih. Lima kecamatan yang menjadi sasaran distribusi meliputi Pucanglaban, Kalidawir, Tanggunggunung, Sendang, dan Pagerwojo. Setiap armada mengangkut 5.000 liter air bersih.
Ahmad Baharudin menjelaskan, wilayah terdampak kekeringan hingga kini masih terkonsentrasi di sejumlah daerah yang selama ini mengalami kesulitan air bersih. Meski belum meluas, kebutuhan masyarakat terus berlangsung setiap hari.
Kekeringannya masih tetap di daerah situ-situ saja, tidak meluas. Setiap hari warga membutuhkan air bersih. Masyarakat ada yang mengambil inisiatif sendiri dan kita juga memberikan bantuan,” kata Baharudin.
Menurutnya, penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama kemarau panjang. Pemerintah daerah bersama Baznas berupaya hadir membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.
Sementara itu, Kepala Baznas Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, mengungkapkan bahwa bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah desa terdampak kekeringan.
Hingga saat ini, Baznas telah mendistribusikan sekitar 15 tangki air bersih ke 12 desa. Penyaluran akan terus dilanjutkan dengan target tiga tangki per hari melalui kolaborasi bersama lembaga amil zakat (LAZ).
Selain mengirimkan air bersih, Baznas juga menyalurkan delapan unit tandon ke Kecamatan Pagerwojo. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu warga menyimpan cadangan air agar dapat dimanfaatkan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Abdul Wachid menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui surat resmi dari kepala desa setempat. Warga juga dapat menghubungi Baznas Tulungagung secara langsung untuk menyampaikan kebutuhan bantuan.
Keterbatasan armada BPBD, kebutuhan air bersih yang berlangsung setiap hari, serta perkiraan hujan yang baru mulai turun pada Desember menjadi tantangan dalam penanganan kekeringan di Tulungagung.
Karena itu, distribusi air bersih secara berkelanjutan, penambahan dukungan armada, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, lembaga amil zakat, serta pihak swasta menjadi penting agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Upaya bersama tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga terdampak hingga kondisi cuaca kembali mendukung pemulihan sumber air.(Ft)

