TULUNGAGUNG,-Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., membacakan amanat Gubernur Jawa Timur dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (12/10/2026).
Upacara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tulungagung, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanat yang dibacakannya, Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selama 81 tahun, Jawa Timur tumbuh melalui perjuangan, kerja keras, dan pengabdian lintas generasi. Fondasi pemerintahan, persatuan, serta berbagai capaian pembangunan yang telah diraih menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Tema tersebut menegaskan arah pembangunan Jawa Timur yang berorientasi pada peningkatan daya saing, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor, tanpa mengabaikan keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Unggul berarti kita terus meningkatkan kemampuan dan kualitas. Maju berarti semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan memperbaiki hidupnya, dari ruang kelas hingga desa, pesisir, dan kepulauan. Berkelanjutan berarti kita membangun dengan tanggung jawab terhadap masa depan anak cucu kita,” demikian pesan dalam amanat Gubernur Jawa Timur.
Amanat Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Jawa Timur diarahkan melalui program Nawa Bhakti Satya, yakni sembilan pilar pengabdian yang menjadi prioritas pembangunan provinsi selama lima tahun ke depan.
Kesembilan pilar tersebut meliputi Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Akses, Jatim Agro, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Berkah-Amanah, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.
Pada sektor kesejahteraan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar 9,06 persen, turun dari 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, kemiskinan ekstrem berada di angka 0,29 persen dengan rasio Gini sebesar 0,365.
Melalui program Jatim Kerja, pemerintah mendorong perluasan kesempatan kerja berkualitas dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam berusaha. Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,42 persen. Selain itu, sebanyak 5.641 lulusan pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Millenium Job Centre telah terserap di dunia kerja, dengan tingkat penyerapan lebih dari 70 persen.
Di bidang konektivitas, Jatim Akses diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dan pemerataan pembangunan antarwilayah. Kemantapan jalan provinsi mencapai 87,83 persen. Pemerintah juga mempercepat pembangunan Jalur Lintas Pantai Selatan untuk membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir selatan. Sementara itu, layanan transportasi publik Trans Jatim telah melayani hampir 23 juta penumpang sejak 2022.
Pada sektor pangan, Jatim Agro memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Produksi gabah kering giling pada 2025 tercatat lebih dari 10,4 juta ton, setara dengan 17,34 persen kebutuhan beras nasional. Kontribusi petani, peternak, dan nelayan juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan.
Di bidang pendidikan, Jatim Cerdas berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan akses pendidikan. Indeks Pembangunan Manusia Jawa Timur pada 2025 mencapai 76,13. Dukungan pendidikan diberikan melalui lebih dari 46.800 beasiswa dan program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggara Pendidikan (BPOPP). Hingga September 2026, sebanyak 29 Sekolah Rakyat telah menampung 7.263 anak.
Sementara itu, Jatim Sehat diarahkan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata. Hingga September 2026, cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat mencapai 96,12 persen, dengan angka harapan hidup sebesar 75,36 tahun. Prevalensi stunting juga tercatat sebesar 14,7 persen.
Dalam tata kelola pemerintahan, Jatim Berkah-Amanah menekankan penguatan birokrasi yang bersih, efektif, transparan, dan partisipatif. Indeks Reformasi Birokrasi Jawa Timur pada 2025 mencapai 94,70 dengan kategori A-, sedangkan Indeks Pelayanan Publik mencapai 4,75 dengan kategori A. Transformasi digital melalui Majapahit Digital (MAJADIGI) telah mengintegrasikan 241 layanan hingga September 2026.
Pilar Jatim Harmoni diarahkan untuk menjaga kerukunan, keamanan, inklusivitas, dan kesetaraan. Pada 2026, Indeks Harmoni Indonesia Jawa Timur tercatat 7,34 dengan kategori tinggi. Indeks Pembangunan Gender mencapai 93,29, sedangkan Indeks Ketimpangan Gender tercatat sebesar 0,329.
Adapun Jatim Lestari menitikberatkan pada pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Pada 2025, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup mencapai 73,43, disertai rehabilitasi hampir 680 hektare hutan dan lahan kritis.
Dalam amanat tersebut, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Petani, nelayan, guru, tenaga kesehatan, pekerja, pelaku usaha, relawan, pedagang, buruh, aparatur negara, hingga keluarga memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Pusat, DPRD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda, para bupati dan wali kota, jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, serta seluruh mitra pembangunan yang telah bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan memperluas manfaat pembangunan.
Falsafah Jawa “Jer Basuki Mawa Beya” kembali ditegaskan sebagai pengingat bahwa keberhasilan membutuhkan kesungguhan, kerja keras, dan pengorbanan. Prinsip tersebut menjadi landasan untuk terus memperkuat daya saing daerah, memperluas kesempatan masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pembangunan.
Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, yang mampu menghubungkan wilayah, membuka peluang ekonomi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Menutup amanatnya, Gubernur Jawa Timur berharap pembangunan yang dilaksanakan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, semakin banyak keluarga hidup sejahtera, anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, serta generasi muda memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan potensi.
Semangat “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi, dan pengabdian seluruh elemen masyarakat demi masa depan Jawa Timur yang lebih maju dan sejahtera.(Ft)

