Site icon Saksi Hukum Indonesia

Perkuat Layanan Air Minum, Disperkim Tulungagung Bangun SPAM Rp311,9 Juta di Tanggulkundung, Mutu Pekerjaan Jadi Prioritas

TULUNGAGUNG,-Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus memperkuat infrastruktur pelayanan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air minum yang layak, aman, dan berkelanjutan. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp311.910.000, Disperkim melaksanakan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki.

Program tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pelayanan air minum sekaligus meningkatkan kualitas dan keandalan distribusi bagi masyarakat. Peningkatan infrastruktur ini menjadi penting mengingat sistem SPAM yang telah ada sebelumnya dinilai belum mampu melayani warga secara merata, baik dari aspek kuantitas, kualitas, kontinuitas, maupun keterjangkauan.

Keterbatasan kapasitas sumber air, kondisi sarana dan prasarana, serta belum meratanya jangkauan jaringan distribusi menjadi sejumlah tantangan yang hendak diatasi melalui pekerjaan tersebut.

Kepala Disperkim Kabupaten Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak, Senin (26/10/2026),diharapkan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai perencanaan, memenuhi spesifikasi teknis, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai penerima layanan.

Pekerjaan fisik SPAM ini direncanakan berlangsung selama 90 hari kalender, dengan target penyelesaian pada 25 Oktober 2026. Lingkup pekerjaan meliputi pemasangan pipa distribusi utama dan pipa sambungan rumah (SR) untuk memperluas akses pelayanan hingga ke rumah warga.

Sebagai bagian dari pengendalian mutu dan pemeriksaan fungsi operasional, tim teknis Disperkim Kabupaten Tulungagung melaksanakan uji commissioning pada Senin (5/10/2026).

Berdasarkan hasil pengujian awal, sistem perpipaan secara umum telah berfungsi sesuai dengan perencanaan operasional. Namun, pemeriksaan terperinci di lapangan menemukan sejumlah titik penanaman pipa sambungan rumah yang kedalamannya belum memenuhi spesifikasi teknis yang direncanakan.

Temuan tersebut menjadi catatan penting dalam proses penyelesaian pekerjaan. Disperkim menindaklanjutinya dengan memberikan instruksi kepada kontraktor pelaksana agar melakukan perbaikan pada titik-titik yang belum sesuai sebelum masa kontrak berakhir.

Langkah korektif ini diperlukan untuk memastikan bahwa keberfungsian jaringan tidak hanya terlihat saat pengujian, tetapi juga didukung oleh kualitas konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis.

Kedalaman penanaman pipa merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga keamanan jaringan, mengurangi risiko kerusakan, serta mendukung keberlangsungan pelayanan air minum dalam jangka panjang.

Pelaksanaan uji commissioning tidak serta-merta menggugurkan kewajiban penyedia jasa untuk memenuhi seluruh spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak. Kontraktor tetap bertanggung jawab menyelesaikan setiap kekurangan yang ditemukan melalui evaluasi lapangan.

Karena itu, tindak lanjut terhadap catatan teknis perlu dipastikan melalui pemeriksaan ulang untuk mengetahui apakah perbaikan benar-benar telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hasil pekerjaan sekaligus memastikan penggunaan anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan nilai anggaran mencapai Rp311,9 juta, keberhasilan program tidak semestinya hanya diukur dari selesainya pemasangan jaringan perpipaan. Kualitas konstruksi, keandalan distribusi, jangkauan sambungan rumah, serta manfaat yang dirasakan masyarakat juga menjadi tolok ukur penting.

Robinson Parsaoran Nadeak selaku Kepala Disperkim Kabupaten Tulungagung diharapkan mendorong agar seluruh catatan hasil evaluasi lapangan segera dituntaskan oleh kontraktor pelaksana sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan.

Penyelesaian pekerjaan harus mengedepankan kualitas, ketepatan teknis, dan keberlanjutan fungsi infrastruktur. Dengan demikian, jaringan yang dibangun tidak hanya memenuhi target penyelesaian, tetapi juga mampu beroperasi secara optimal dan memberikan pelayanan yang dapat diandalkan.

Selain itu, pembangunan SPAM di Desa Tanggulkundung diharapkan memperluas akses warga terhadap air minum yang layak, aman, dan berkelanjutan. Ketersediaan layanan tersebut memiliki arti penting bagi peningkatan kualitas kesehatan, kesejahteraan, serta pemerataan pelayanan dasar di Kabupaten Tulungagung.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini ditentukan oleh kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan manfaat nyata yang diterima masyarakat. Karena itu, seluruh catatan teknis perlu diselesaikan dan kualitas pekerjaan dipastikan memenuhi ketentuan sebelum pekerjaan dinyatakan tuntas sepenuhnya.

Pembangunan SPAM bukan sekadar menghadirkan jaringan pipa, melainkan memastikan setiap anggaran yang dialokasikan menghasilkan pelayanan air minum yang berkualitas, berfungsi optimal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(Ft)

Exit mobile version