TULUNGAGUNG,-Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pangan bergizi bagi balita stunting dan kurang gizi melalui program peningkatan ketahanan pangan keluarga. Program ini menyasar 761 penerima manfaat yang tersebar di 26 desa pada delapan kecamatan di Kabupaten Tulungagung.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Selasa (27/10/2026), salah satunya bertempat di Kantor Desa Pakel, Kecamatan Ngantru.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Wahid Masrur, S.Sos., M.M., melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dr. Bina Andari Nurmaning, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi balita sekaligus mendukung target Kabupaten Tulungagung bebas stunting.
Tujuan kegiatan ini untuk pemenuhan gizi balita stunting dan kurang gizi menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, untuk memenuhi target Kabupaten Tulungagung yang bebas stunting,” jelas Bina,Selasa(27/10/2026).
Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan berupa telur sebanyak 1,5 kilogram, kacang hijau 2 kilogram, dan susu UHT sebanyak 3 liter. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi balita yang mengalami stunting maupun kurang gizi.
Pada hari pelaksanaan, penyaluran bantuan di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, menyasar 25 penerima manfaat. Sementara itu, Desa Sembung tercatat sebanyak 17 penerima manfaat dan Desa Bago sebanyak 29 penerima manfaat.
Secara keseluruhan, program ini menjangkau 761 penerima manfaat di 26 desa yang tersebar di delapan kecamatan se-Kabupaten Tulungagung.
Bina menegaskan bahwa pelaksanaan program tidak berhenti pada penyaluran bantuan. DKP Kabupaten Tulungagung akan melakukan evaluasi melalui bidan desa setempat untuk memantau tindak lanjut dan manfaat bantuan bagi balita penerima.
Bantuan yang telah diberikan akan kami evaluasi melalui bidan desa setempat,” ungkapnya.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu memantau pelaksanaan program sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi keluarga penerima.
Bina berharap bantuan pangan bergizi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi balita dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ia juga berharap program peningkatan ketahanan pangan keluarga dapat berjalan berkelanjutan melalui koordinasi dengan bidan desa dan pihak terkait.
Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan keluarga dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan stunting. Selain bantuan pangan, pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan gizi secara berkelanjutan juga diperlukan agar hasil program dapat diketahui.
Melalui program ini, DKP Kabupaten Tulungagung berharap upaya pemenuhan gizi balita semakin optimal dan target Kabupaten Tulungagung bebas stunting dapat tercapai, sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(Ft)

