TULUNGAGUNG,-Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Kepala Desa Pojok, Ismiati, menyambut positif pelaksanaan program TMMD yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Dukungan tersebut terlihat dalam kegiatan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 yang berlangsung di Balai Desa Pojok, Selasa (3/11/2026). Kegiatan dipimpin Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono, S.E., M.Han., selaku Sekretaris Dinas Penerangan Angkatan Darat (Sesdispenad) sekaligus perwakilan Tim Wasev.
Dalam kegiatan tersebut, Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dr. Agus Kuncoro, S.Sos., M.Si.
Turut hadir Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., beserta jajaran, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Robinson P. Nadeak, S.H., M.H., Camat Campurdarat Tri Wantoro, S.Sos., M.Si., serta unsur kepolisian dan instansi terkait.
Bagi Pemerintah Desa Pojok, kehadiran TMMD bukan sekadar pelaksanaan program pembangunan fisik, melainkan kesempatan strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan menghadirkan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
Sejumlah sasaran fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.373 meter, lima titik sumur bor, pembangunan MCK umum, delapan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), delapan unit jamban keluarga, rehabilitasi tempat ibadah, serta penghijauan melalui penanaman 1.000 pohon.
Program tersebut juga dilengkapi berbagai kegiatan nonfisik, seperti pelayanan kesehatan, pengobatan gratis, sunatan massal, Posyandu, penyuluhan, bantuan sosial, sosialisasi wawasan kebangsaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Pojok, Ismiati, Selasa(3/11/2026) berharap dapat terus mengawal keberlanjutan hasil pembangunan agar berbagai fasilitas yang telah dibangun melalui program TMMD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga bagaimana hasil pembangunan tersebut dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terpelihara sehingga pembangunan yang dilaksanakan tidak berhenti pada program TMMD saja, melainkan menjadi pijakan bagi kemajuan desa ke depan.
Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD juga diharapkan tetap menjadi kekuatan masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan sekaligus mendukung berbagai program pemberdayaan desa.
Dalam rangkaian kegiatan Wasev, Dansatgas TMMD ke-130 Letkol Arh Hanny Galih Satrio memaparkan capaian pembangunan kepada Tim Wasev.
Berdasarkan paparan tersebut, pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.373 meter telah mencapai 1.273 meter atau sekitar 92,72 persen. Pembangunan lima titik sumur bor mencapai 98,7 persen, sedangkan MCK umum mencapai 90,4 persen.
Pembangunan delapan unit RTLH secara keseluruhan telah mencapai rata-rata di atas 90 persen. Sementara itu, delapan unit jamban keluarga mencapai 99,30 persen, rehabilitasi tempat ibadah mencapai 98,90 persen, dan penghijauan melalui penanaman 1.000 pohon telah terealisasi 100 persen.
Usai paparan, Tim Wasev melanjutkan peninjauan langsung ke sejumlah sasaran pembangunan, meliputi MCK umum, RTLH milik Pak Atim, RTLH milik Bu Wiji, RTLH milik Mbah Wakilah, mushola, serta jalan rabat beton.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara laporan progres dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus melihat kualitas dan manfaat hasil pekerjaan.
Dalam arahannya, Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono menegaskan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan, menghindari penyimpangan penggunaan anggaran, meningkatkan koordinasi lintas sektoral, serta melaksanakan tertib administrasi dan dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban program.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan TMMD merupakan hasil kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Program TMMD ke-130 menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
Bagi Desa Pojok, pembangunan jalan, sarana air bersih, fasilitas sanitasi, rumah layak huni, dan tempat ibadah merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan hasil pembangunan membutuhkan komitmen bersama, terutama dalam pemeliharaan fasilitas dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga aset yang telah dibangun.
Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat, hasil TMMD diharapkan tidak hanya menjadi capaian pembangunan sesaat, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang serta memperkuat kemandirian Desa Pojok.
Semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.(Ft)

