Site icon Saksi Hukum Indonesia

Plt Bupati Tulungagung Tegaskan Komitmen Stabilitas Pangan, GPM Serentak di 19 Kecamatan Perkuat Daya Beli Masyarakat

TULUNGAGUNG,-Pemerintah Kabupaten Tulungagung memperkuat langkah pengendalian harga dan menjaga ketahanan pangan daerah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di 19 kecamatan, Kamis (5/11/2026). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung tahun 2026 tersebut dipusatkan di Balai Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru. Pembukaan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., serta diikuti secara daring oleh para camat dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) se-Kabupaten Tulungagung.

Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, General Manager PG Modjopanggoong, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Camat Kedungwaru beserta Forkopimcam, Kepala Desa Ngujang, pelaku usaha, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta penyedia komoditas pangan.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa pengendalian harga pangan tidak boleh berhenti pada kebijakan semata, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, stabilitas harga kebutuhan pokok merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam melindungi kesejahteraan masyarakat. Gejolak harga pangan berpotensi menekan kemampuan ekonomi rumah tangga, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Stabilitas harga pangan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Fluktuasi harga kebutuhan pokok yang tidak menentu tentu menjadi beban tersendiri, terutama bagi rumah tangga kurang mampu. GPM ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM secara serentak dirancang untuk memangkas panjangnya rantai distribusi pangan melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Perum Bulog, petani lokal, dan pelaku usaha.

Berbagai komoditas kebutuhan pokok disediakan dengan harga di bawah harga pasar, meliputi beras, minyak goreng, gula, telur hingga sayur-mayur. Skema tersebut diharapkan mampu memberikan akses pangan yang lebih terjangkau sekaligus mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga.

Lebih dari sekadar kegiatan pasar murah, GPM juga menjadi instrumen strategis dalam menjaga stabilitas pasokan, mengendalikan inflasi daerah, khususnya kelompok bahan pangan bergejolak (volatile foods), serta memperkuat pemerataan distribusi pangan hingga wilayah kecamatan dan desa.

Ahmad Baharudin secara khusus menginstruksikan seluruh camat dan jajaran Forkopimcam agar memastikan pelaksanaan GPM di wilayah masing-masing berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran. Penyaluran manfaat program harus mengutamakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait juga harus diperkuat guna mengantisipasi lonjakan permintaan maupun berbagai kendala teknis di lapangan. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak hanya berjalan secara seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat diimbau berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan keluarga dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Pemerintah daerah memastikan ketersediaan pasokan pangan dalam kondisi aman.

Selain GPM, Pemkab Tulungagung juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Bantuan tersebut dialokasikan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) atau keluarga miskin di Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima, khususnya masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Ahmad Baharudin turut mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Kecamatan Kedungwaru, Pemerintah Desa Ngujang, Perum Bulog, pelaku usaha, kelompok tani, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan pangan. Pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat harus memiliki komitmen bersama agar ketersediaan pangan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung tahun 2026 dengan tema “Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti Tumuju Tulungagung Lohjinawi”.

Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat mewujudkan pangan berkualitas, harga terjangkau, petani sejahtera, dan masyarakat bahagia,” pungkasnya.

Pelaksanaan GPM di 19 kecamatan diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peringatan, melainkan menjadi bagian dari penguatan kebijakan ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan, terukur, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.(Ft)

Exit mobile version