Workshop Penguatan Sarana Usaha Nelayan di Pantai Sidem Perkuat Kapasitas dan Daya Saing Nelayan Tulungagung
TULUNGAGUNG,-Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat pesisir. Wujud komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Workshop Penguatan Sarana Usaha Nelayan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung di kawasan Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi forum strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia nelayan sekaligus memperkuat sarana usaha perikanan tangkap guna mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Workshop dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Robinson P. Nadeak, S.H., M.H., Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Ulul Azmi, S.E., M.M., perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, pelaku usaha perikanan, serta masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan mata pencahariannya pada sektor kelautan dan perikanan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dan pendampingan terkait penguatan usaha perikanan tangkap, mulai dari pengelolaan sarana usaha, peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok nelayan, penguatan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi pendukung perikanan, hingga strategi meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan. Materi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengembangan usaha yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Robinson P. Nadeak, menegaskan bahwa nelayan merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, penguatan sarana usaha dan peningkatan kualitas sumber daya manusia nelayan harus menjadi perhatian bersama agar sektor perikanan mampu berkembang secara optimal di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
Menurutnya, tantangan sektor perikanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan faktor cuaca dan kondisi alam, tetapi juga menyangkut kemampuan nelayan dalam mengakses teknologi, mengelola usaha secara profesional, meningkatkan kualitas hasil tangkapan, serta memperluas akses pasar. Karena itu, kegiatan workshop menjadi sarana penting untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan para nelayan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Selain penyampaian materi, workshop juga menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan para nelayan. Dalam sesi diskusi, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat nelayan mengemuka, mulai dari kebutuhan sarana penangkapan ikan yang memadai, penguatan kelompok usaha bersama, akses permodalan, hingga upaya peningkatan nilai ekonomi hasil perikanan. Aspirasi tersebut menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program pemberdayaan nelayan yang lebih tepat sasaran.
Kawasan Pantai Sidem dan wilayah pesisir selatan Tulungagung selama ini dikenal memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan sarana usaha yang memadai serta penguatan kapasitas pelaku usaha agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui workshop ini, pemerintah berharap para nelayan tidak hanya menjadi pelaku penangkapan ikan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha perikanan yang lebih produktif, efisien, dan bernilai ekonomi tinggi.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan tangkap sebagai salah satu sektor strategis pembangunan daerah. Penguatan sarana usaha nelayan dipandang sebagai langkah nyata untuk meningkatkan daya saing sektor perikanan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
Melalui Workshop Penguatan Sarana Usaha Nelayan Tahun 2026, diharapkan lahir nelayan-nelayan yang lebih mandiri, profesional, dan berdaya saing, sehingga mampu mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan yang dimiliki Kabupaten Tulungagung. Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, memperkuat perekonomian daerah, serta mewujudkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang maju, tangguh, dan berkelanjutan.(Ft)










