Ibu-Ibu Mandor Kaget Didekati Polisi Saat Ngobrol, Ternyata Isinya Bikin Tersentuh!
Polsek Mandor~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Suasana siang yang terik di Selasa (23/6/2026) tak menyurutkan kehangatan interaksi antara aparat kepolisian dan warga di Kecamatan Mandor. Di sebuah sudut kampung, sekelompok ibu-ibu tampak asyik duduk bersila, menikmati waktu santai sambil bercengkrama dan bertukar cerita. Tawa renyah sesekali memecah keheningan siang, menciptakan potret kehidupan masyarakat yang guyub dan damai.
Kedamaian itu kian terasa bermakna ketika seorang anggota polisi yang sedang melaksanakan patroli siang hadir di tengah mereka. Bukan dengan wajah tegang atau sikap kaku, sang polisi justru datang menyapa dengan senyum ramah, lalu duduk sejenak bergabung dalam lingkaran obrolan. Momen sederhana ini mengubah persepsi patroli yang kerap dianggap menakutkan menjadi sebuah silaturahmi yang menghangatkan hati.
Di balik sapaan hangat tersebut, terselip pesan keselamatan yang penting. Dalam kesempatan itu, polisi memberikan himbauan persuasif kepada para ibu agar tidak mengenakan perhiasan berlebihan saat beraktivitas di luar rumah. Himbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif untuk mencegah tindak kejahatan jalanan, khususnya jambret, yang kerap mengincar korban dari kilauan emas yang mencolok mata.
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Mandor, IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., menjelaskan secara terpisah bahwa pendekatan humanis seperti ini sengaja dilakukan untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran polisi di tengah warga bukan hanya dirasakan saat ada masalah, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap keamanan mereka sehari-hari. Himbauan soal perhiasan ini bentuk kepedulian kami agar ibu-ibu tetap aman dan nyaman beraktivitas tanpa rasa was-was,” jelas Kapolsek Mandor.
Lebih lanjut, IPDA Bernadus menambahkan bahwa edukasi keamanan melalui komunikasi langsung dinilai lebih efektif menyentuh kesadaran warga dibandingkan sekadar spanduk atau pengeras suara. “Ketika kita duduk bersama, ngobrol dari hati ke hati, pesan kamtibmas akan lebih mudah diterima dan diingat,” tambahnya.
Respon positif pun mengalir dari warga. Salah satu ibu-ibu yang disapa mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian polisi. Ia mengaku merasa dihargai dan dilindungi, bukan digurui.
“Biasanya kalau lihat polisi lewat itu deg-degan, tapi tadi malah diajak ngobrol dan diingatkan. Kami jadi sadar, ternyata memakai emas berlebihan itu bukan cuma soal gaya, tapi juga soal keselamatan diri. Terima kasih Pak Polisi sudah mau mampir dan mengingatkan kami dengan cara yang sopan,” ungkapnya dengan wajah semringah.
Patroli humanis di Mandor ini membuktikan bahwa keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan juga tentang membangun kepercayaan dan kedekatan emosional antara abdi negara dan rakyatnya. Sebuah sapaan sederhana di siang hari, yang mampu menanamkan kewaspadaan tanpa menghilangkan rasa aman.
Koordinator liputan SHI com Kalbar,”Rustan.”










