Plt Bupati Ahmad Baharudin Buka Bupati Cup 2026, Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan 19 Kecamatan
TULUNGAGUNG,-Turnamen sepak bola Bupati Cup 2026 antarkecamatan se-Kabupaten Tulungagung resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, Sabtu (24/10/2026) sore. Pembukaan berlangsung di Stadion Gelora Ngantru City, Kecamatan Ngantru, menandai dimulainya persaingan 19 tim kecamatan untuk memperebutkan gelar juara.
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung hingga 15 November 2026 ini menggunakan sistem gugur. Selain menjadi ajang kompetisi sepak bola, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat silaturahmi antarkecamatan, mendorong budaya hidup sehat, serta menumbuhkan sportivitas di tengah masyarakat.
Ketua Pelaksana, Eko Yulianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bupati Cup 2026 menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga sekaligus mempererat persaudaraan antarkecamatan.
Ia menegaskan, seluruh pemain dan ofisial harus menjaga sikap selama pertandingan, mengendalikan emosi, serta menghormati keputusan wasit. Menurutnya, nilai utama turnamen tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh sikap dan perilaku para peserta di lapangan.
Menang dan kalah adalah hal biasa. Yang terpenting adalah persaudaraan di antara kita,” tegas Eko.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin yang juga menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Tulungagung menekankan bahwa Bupati Cup bukan sekadar kompetisi untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi sarana membudayakan olahraga, menjaga kesehatan, dan memperkuat kerukunan masyarakat.
Tujuan utama kita adalah memasyarakatkan olahraga. Jika masyarakat senang berolahraga, kita akan hidup sehat, sehat jasmani dan rohani. Lewat olahraga kita pererat silaturahmi, hingga tercipta Tulungagung yang damai, rukun, dan sejahtera,” ujarnya.
Ahmad juga mengingatkan para pemain yang mayoritas berusia di atas 45 tahun agar mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama bertanding. Ia meminta peserta tidak memaksakan diri hanya demi meraih kemenangan, mengingat kondisi fisik harus tetap menjadi perhatian utama.
Semangat boleh tinggi, tapi jaga kondisi tubuh. Jangan dipaksakan. Ini ajang silaturahmi dan mencari kesehatan, bukan sekadar soal skor,” pesannya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa semangat kompetisi harus berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga kesehatan. Turnamen diharapkan menjadi ruang bagi para pemain untuk tetap aktif berolahraga sekaligus membangun hubungan sosial yang positif.
Pembukaan Bupati Cup 2026 turut dihadiri Danyon TP 886/Panjalu Jayati, ketua KONI Tulungagung,perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga, para camat se-Kabupaten Tulungagung, pimpinan Pondok Pesantren Al Badru Alaina, serta ratusan warga yang menyaksikan jalannya seremoni pembukaan.
Sebagai tanda dimulainya kompetisi, Ahmad Baharudin melakukan tendangan bola simbolis. Prosesi pembukaan juga disertai pelepasan merpati yang melambangkan kerukunan dan keharmonisan masyarakat Kabupaten Tulungagung.
Usai seremoni pembukaan, pertandingan perdana mempertemukan Kecamatan Rejotangan melawan Kecamatan Pagerwojo. Laga tersebut menjadi awal persaingan 19 tim kecamatan dalam perjalanan panjang menuju perebutan gelar juara Bupati Cup 2026.
Dengan melibatkan seluruh kecamatan, turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan persaingan yang kompetitif, tetapi juga memperkuat pembinaan sepak bola di tingkat lokal. Konsistensi menjunjung sportivitas, disiplin, dan penghormatan terhadap lawan menjadi kunci agar kompetisi berlangsung tertib dan bermartabat.
Bupati Cup 2026 pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa sepak bola bukan semata-mata soal skor dan trofi. Di balik persaingan di lapangan, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni membangun kebugaran masyarakat, mempererat persaudaraan, serta menjaga persatuan dan keharmonisan di Kabupaten Tulungagung.(Ft)










