Dishub Tulungagung Matangkan Digitalisasi Transportasi Wisata, Dua Rute Bus Gratis Disiapkan Jangkau Pantai Selatan
TULUNGAGUNG,-Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung mematangkan rencana digitalisasi moda transportasi publik untuk meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata, khususnya kawasan pantai selatan. Melalui kajian ini, dirancang dua rute Bus Wisata Gratis yang diharapkan mampu mempermudah mobilitas wisatawan, memperkuat konektivitas wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pembahasan tersebut dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) Akhir bertema “Digitalisasi Moda Transportasi Publik Guna Peningkatan Aksesibilitas Destinasi Wisata Kabupaten Tulungagung” di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Selasa (27/10/2026).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Sony Welli Ahmadi, S.STP., M.M., menekankan pentingnya pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan wisatawan, sekaligus mengoptimalkan potensi pariwisata daerah.
FGD tersebut melibatkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Daerah, perwakilan kepala perangkat daerah atau yang mewakili, Camat Pucanglaban, Kalidawir, dan Besuki atau yang mewakili, serta para pengelola destinasi wisata di Kabupaten Tulungagung.
Digitalisasi transportasi publik dinilai menjadi kebutuhan strategis di tengah perkembangan teknologi informasi. Melalui sistem yang terintegrasi, masyarakat dan wisatawan diharapkan dapat mengakses informasi mengenai rute perjalanan, titik pemberhentian, dan jadwal pelayanan secara lebih mudah, cepat, transparan, dan informatif.
Kabupaten Tulungagung memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari wisata alam, budaya, religi, hingga kawasan pantai di pesisir selatan. Namun, potensi tersebut perlu didukung aksesibilitas yang memadai, aman, nyaman, terjangkau, dan mudah dipahami oleh wisatawan.
Keberadaan Jalan Lintas Selatan (JLS) menjadi peluang strategis untuk memperkuat konektivitas menuju destinasi wisata. Karena itu, pengembangan transportasi publik yang terhubung dengan kawasan wisata diharapkan tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat di sekitar destinasi.
Berdasarkan hasil survei lapangan, Dishub Tulungagung menyusun rancangan awal dua lintasan pelayanan Bus Wisata Gratis, yakni Rute Timur dan Rute Barat. Kedua rute tersebut dirancang untuk menghubungkan sejumlah titik strategis dengan sepuluh destinasi wisata pantai di Kabupaten Tulungagung.
Rute Timur direncanakan berangkat dari Kantor Dinas Perhubungan dan halaman Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Perjalanan dilanjutkan menuju Simpang Empat BTA, Simpang Empat Jepun, Simpang Empat Tamanan, kemudian melewati Halte SMAN 1 Boyolangu dan Halte SMPN 1 Boyolangu hingga Balai Desa Campurdarat.
Dari Simpang Tiga Pasar Campurdarat, rute mengarah ke Simpang Tiga Gapura Popoh sebelum memasuki kawasan JLS Sine. Selanjutnya, perjalanan direncanakan menjangkau Pantai Sine, Pantai Dlodo Rejosari, Pantai Dlodo Panggungkalak, Pantai Kedungtumpang, Pantai Ngelinci, Pantai Lumbung, Pantai Pacar, hingga berakhir di Pantai Molang.
Sementara itu, Rute Barat direncanakan menggunakan lintasan awal yang sama hingga Balai Desa Campurdarat. Dari Simpang Tiga Pasar Campurdarat, perjalanan dilanjutkan ke arah barat menuju kawasan Indomaret Suruhan Kidul atau Masjid Jami’ Darunnajah Suruhan Kidul, kemudian menuju Simpang Tiga Pasar Bandung.
Dari titik tersebut, perjalanan mengarah ke selatan melalui Simpang Tiga JLS Besuki untuk menjangkau Pantai Midodaren, Pantai Gemah, dan Pantai Klatak.
Dishub menegaskan bahwa kedua lintasan tersebut masih berupa rancangan awal dan belum menjadi rute operasional yang ditetapkan. Penyempurnaan masih diperlukan, meliputi penentuan titik pemberhentian, urutan destinasi, jadwal operasional, kapasitas layanan, kondisi jalan, keselamatan perjalanan, serta kesiapan pengelola destinasi wisata.
Setelah rancangan rute difinalisasi, informasi perjalanan, titik pemberhentian, dan jadwal pelayanan diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam sistem digital agar lebih mudah diakses masyarakat dan wisatawan.
Melalui FGD akhir ini, Dishub berharap memperoleh kesepakatan mengenai arah dan rancangan sistem digitalisasi transportasi publik yang terintegrasi dengan informasi destinasi wisata. Forum tersebut juga diharapkan menghasilkan masukan konstruktif terkait kebutuhan pengguna, kesiapan infrastruktur, kelayakan rute, keselamatan perjalanan, serta pola kolaborasi antarperangkat daerah.
Selain itu, forum diarahkan untuk merumuskan rekomendasi tindak lanjut yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar rancangan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pengguna layanan.
Sony Welli Ahmadi berharap kajian digitalisasi moda transportasi publik tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi dapat menjadi dasar pengembangan layanan transportasi wisata yang terarah dan memberikan manfaat nyata.
Dengan konektivitas yang semakin baik dan dukungan informasi digital, akses menuju destinasi wisata diharapkan semakin mudah, kunjungan wisatawan meningkat secara berkelanjutan, serta perputaran ekonomi masyarakat di kawasan pesisir selatan dan wilayah Kabupaten Tulungagung semakin berkembang.
Meski demikian, pelaksanaan layanan Bus Wisata Gratis dan penerapan sistem digital tetap memerlukan finalisasi kajian, kesiapan operasional, serta tindak lanjut kebijakan pemerintah daerah agar program tersebut dapat berjalan efektif, aman, dan berkelanjutan.(Ft)










