Kades Sukoanyar Surati Plt Bupati Tulungagung, Dishub: “Masih Menunggu Petunjuk Pimpinan”
TULUNGAGUNG,-Pemerintah Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel, resmi mengajukan permohonan pemasangan traffic light di Perempatan Sukoanyar kepada Plt Bupati Tulungagung melalui Dinas Perhubungan. Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kepadatan kendaraan pasca pengalihan arus akibat proyek pembongkaran Jembatan Gondang.
Surat bernomor 400.12/321/18.2003/2026 tertanggal 4 Juni 2026 dengan sifat “Segera” itu meminta pemasangan traffic light di Perempatan Dusun Duren RT 003 RW 001 yang kini menjadi salah satu titik paling padat dan rawan di wilayah Pakel.
Sejak arus kendaraan besar Tulungagung–Trenggalek dialihkan melalui jalur Campurdarat–Pakel–Bandung hingga Durenan, volume kendaraan di kawasan tersebut meningkat drastis. Truk dan bus besar melintas hampir tanpa jeda, sementara aktivitas masyarakat, pelajar, dan santri tetap berjalan di jalur yang sama.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, terlebih jalur Sukoanyar–Sambitan sebelumnya telah menjadi lokasi kecelakaan maut yang merenggut empat korban jiwa.
Meski permohonan resmi sudah diajukan pemerintah desa, hingga kini traffic light di Perempatan Sukoanyar belum juga terealisasi.
Menanggapi hal tersebut, Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Tulungagung, Ferdi Arif Iswahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu proses dan arahan pimpinan.
Kalau terkait surat permohonan ini nanti saja kepada awak media, biar suratnya masuk dulu kepada pimpinan. Kita akan menanggapi sesuai dengan petunjuk pimpinan, karena ini nanti berkaitan dengan kebijakan pemerintah,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Ia juga menambahkan bahwa saat ini surat tersebut masih dalam proses.
“Sementara biar berproses dahulu,” tambahnya.
Jawaban tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sebab di tengah meningkatnya arus kendaraan besar dan riwayat kecelakaan yang sudah terjadi, warga berharap ada langkah cepat sebelum kembali muncul korban di jalan.
Apalagi Perempatan Sukoanyar saat ini bukan hanya dilalui kendaraan umum dan truk besar, tetapi juga menjadi akses utama para pelajar, santri, dan warga sekitar setiap hari.
Dorongan pemasangan traffic light bahkan datang dari berbagai kalangan, termasuk tokoh pendidikan dan pengasuh pondok pesantren yang khawatir terhadap keselamatan para santri.
KH. Toha Maksum, SH, M.Pd., Pengasuh Pondok Pesantren Pampang Kamulyan Sambitan, menyampaikan bahwa Perempatan Sukoanyar merupakan jalur utama aktivitas santri menuju pondok.
Kami titip doa dan harapan kepada jajaran pemerintah daerah dan Dinas Perhubungan. Perempatan Sukoanyar ini jalur utama para santri kami. Kendaraan besar semakin padat, jalan terbatas, dan penerangan malam masih kurang. Semoga traffic light segera dipasang demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Kini masyarakat menunggu sikap dan keputusan Plt Bupati Tulungagung bersama Dinas Perhubungan. Sebab bagi warga, traffic light di Perempatan Sukoanyar bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mencegah tragedi berikutnya.(Ft)










