Rem Blong, Bus Rombongan RS Bina Sehat Jember Kecelakaan di Probolinggo: 6 Tewas, 13 Luka-Luka
Probolinggo,-Tragedi kecelakaan maut terjadi di jalur wisata menuju Bromo, tepatnya di Jalan Raya Ngepung, Desa Boto, Lorokan, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 14.24 WIB. Sebuah bus rombongan asal RS Bina Sehat Jember mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun sehingga hilang kendali dan menabrak kendaraan lain maupun pembatas jalan.

Menurut informasi awal, bus tersebut tengah dalam perjalanan pulang menuju Jember usai berwisata ke kawasan Bromo. Namun, di jalur rawan yang menurun tajam, sopir tak mampu mengendalikan laju kendaraan.
“Tadi bus melaju kencang sekali, tiba-tiba oleng dan menabrak. Banyak penumpang teriak histeris, ada yang terlempar keluar bus,” ujar Slamet (47), warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian.
Warga bersama aparat kepolisian dan tim medis segera melakukan evakuasi. Hingga malam, suasana di lokasi dipenuhi mobil ambulans yang silih berganti membawa korban ke rumah sakit terdekat.
“Kami langsung kerahkan petugas ke lokasi, evakuasi masih berlangsung karena jumlah korban cukup banyak. Dugaan sementara memang ada masalah pada sistem pengereman bus, namun penyebab pasti masih kami selidiki,” terang AKP Rudi Santoso, Kasat Lantas Polres Probolinggo.
Sementara itu, pihak RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo yang menampung sebagian besar korban memastikan sejumlah pasien masih dalam penanganan intensif.
“Benar, ada korban luka berat dan ringan yang kami rawat. Data yang masuk sementara: 6 orang meninggal dunia dan 13 mengalami luka-luka. Beberapa harus menjalani operasi darurat,” jelas dr. Arif Wibowo, Humas RSUD dr. Mohamad Saleh.
Peristiwa nahas ini sempat direkam oleh warga dan diunggah ke media sosial Facebook. Video memperlihatkan kepanikan penumpang dan warga saat evakuasi berlangsung. Namun, video tersebut tak lama kemudian dihapus oleh pemilik akun.
Polisi kini sudah mengamankan sopir bus untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Bus yang ringsek parah juga dievakuasi ke pos polisi terdekat untuk keperluan olah TKP.
“Kami imbau masyarakat, khususnya pengendara besar yang melintasi jalur menurun seperti menuju Bromo, agar melakukan pengecekan kondisi rem dan mesin sebelum jalan. Jalur ini memang rawan jika kendaraan tidak prima,” tegas AKP Rudi.
Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih menyelimuti keluarga besar RS Bina Sehat Jember. Rombongan yang awalnya berniat berlibur, harus berakhir dengan tragedi.(Ft)










