Pemasangan Tenda Reses DPRD di Tertek Berujung Tragis, Satu Pekerja Tewas Tersengat Listrik
Tulungagung,-Persiapan kegiatan reses salah satu anggota DPRD Tulungagung yang dijadwalkan digelar di Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung, berubah menjadi duka mendalam. Dua pekerja pemasang tenda tersengat arus listrik bertegangan tinggi pada Jumat petang (21/11), menyebabkan satu di antaranya meninggal dunia.
Peristiwa tragis itu terjadi di depan rumah seorang warga bernama Winarno, lokasi yang dipilih sebagai titik kegiatan reses. Meski kejadian berlangsung menjelang magrib, laporan resmi kepada pihak kepolisian baru masuk pada Sabtu dini hari, setelah situasi mulai tertangani.
Kapolsek Tulungagung Kota, AKP Puji Hartanto, menjelaskan bahwa kedua korban masing-masing berinisial AD, warga Kecamatan Ngunut, dan MI, warga Kecamatan Ngantru bersama timnya tengah menyelesaikan proses akhir pemasangan rangka tenda. Situasi sebelum kejadian masih normal, hingga tiba-tiba salah satu korban berteriak keras saat memegang kerangka besi tenda.
Teriakan itu seketika menciptakan kepanikan. Rekan-rekan korban segera berlari ke arah sumber suara, sementara pekerja lain yang sedang memasang lampu di bagian atas langsung diminta memutus aliran listrik. Diduga kuat arus listrik yang mengalir melalui kabel penerangan merembet ke rangka tenda hingga menyebabkan kedua korban tersengat.
Setelah aliran listrik diputus, tubuh AD terpental dan mengalami kejang-kejang hebat di lokasi. MI, yang juga tersengat, beruntung masih dalam keadaan sadar meski terlihat lemas dan mengalami luka akibat aliran listrik.
Tanpa menunggu waktu lama, warga dan rekan kerja membawa kedua korban ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk mendapatkan perawatan darurat. Namun, nyawa AD tidak dapat diselamatkan. Setibanya di rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia akibat sengatan listrik yang kuat. Sementara itu, MI masih menjalani perawatan medis dan dalam kondisi stabil.
Tim Inafis Polres Tulungagung bersama tim medis RSUD dr. Iskak kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya memastikan bahwa penyebab kematian AD murni akibat sengatan arus listrik, tanpa adanya indikasi penyebab lain.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai keamanan kerja dalam pemasangan fasilitas acara, terutama yang bersinggungan dengan instalasi listrik. Hingga kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mendalami sumber arus yang menyebabkan kejadian nahas tersebut.(Ft)









