Sekda Tulungagung Resmi Membuka Pameran & Lomba Burung Berkicau Nasional Bupati Cup 2025: Konservasi Fauna, Budaya, dan Ekonomi Kreatif dalam Satu Panggung

Tulungagung,-Kabupaten Tulungagung kembali menjadi pusat perhatian komunitas kicau mania Tanah Air setelah secara resmi membuka Pameran dan Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional Bupati Cup 2025, Minggu (23/11/2025). Ajang prestisius yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung ini tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antar-penghobi, tetapi juga membawa pesan penting tentang pelestarian alam dan penguatan ekonomi masyarakat.

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. Dalam kesempatan tersebut, Sekda membacakan sambutan resmi Bupati sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan dengan prosesi pembukaan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, ditekankan bahwa hobi burung kicau memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar hiburan. Tradisi ini telah berkembang menjadi wadah pertemuan sosial, ruang interaksi budaya, sekaligus industri ekonomi kreatif yang melibatkan berbagai pihak.

Mulai dari pengrajin sangkar, peternak burung, pedagang pakan, hingga jasa perawatan, semua mendapatkan dampak ekonomi dari kegiatan ini. Keberadaan lomba kicau juga diyakini mampu menggerakkan sektor UMKM lokal dan menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dari luar daerah.

Hobi burung kicau adalah bagian dari budaya, memperkuat silaturahmi, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan. Inilah ruang yang menautkan kegemaran, pelestarian, dan pemberdayaan masyarakat,” ucap Sekda Tri Hariadi saat membacakan sambutan Bupati.

Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Menjaga Keanekaragaman Hayati, Satukan Langkah Wujudkan Tulungagung Maju dan Lestari.” Tema ini dimaksudkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga fauna lokal, khususnya spesies burung yang memiliki nilai ekologis tinggi.

BACA JUGA:  Gerindra Jatim Murka: Bupati Tulungagung Dinilai Arogan, Singkirkan Wakil!”

Sekda Tri Hariadi menegaskan bahwa keberlangsungan lomba burung berkicau harus beriringan dengan upaya konservasi. Pemerintah daerah mengajak komunitas kicau mania menjadi duta pelestarian, dengan mengutamakan burung hasil budidaya legal dan menolak praktik penangkapan liar yang dapat mengancam kelestarian populasi alam.

Lomba ini bukan sekadar adu suara, melainkan simbol kepedulian kita bersama terhadap kelestarian fauna dan ekosistem daerah,” ujarnya.

Selain menggaungkan isu pelestarian, kegiatan Bupati Cup 2025 juga menjadi momentum memperkuat etika dan sportivitas antar-komunitas kicau mania. Sebagai ajang tingkat nasional, peserta datang dari berbagai provinsi dengan latar belakang komunitas yang beragam.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap tercipta hubungan yang sehat antar-penghobi, sekaligus meningkatkan standar penyelenggaraan lomba yang lebih profesional, transparan, dan berintegritas.

Pemerintah juga menegaskan pentingnya pembinaan komunitas agar semakin memahami regulasi, menjaga kelestarian, serta mematuhi etika dalam pemeliharaan dan pengembangbiakan burung.

Usai pembacaan sambutan, Sekda resmi membuka jalannya lomba dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Seruan tersebut disambut tepuk tangan meriah para peserta, panitia, dan penonton yang memadati area kegiatan.

Pameran dan lomba kali ini tidak hanya menghadirkan deretan kelas kompetisi burung, tetapi juga menampilkan informasi tentang konservasi burung lokal, pameran produk UMKM terkait perawatan burung, hingga edukasi mengenai budidaya yang legal dan berkelanjutan.

Peserta dari berbagai daerah tampak mempersiapkan gacoannya dengan serius, sementara penonton turut menikmati atmosfer kompetisi yang hidup dan penuh semangat. Kemeriahan tampak jelas dari antusiasme komunitas yang datang bersama rombongan masing-masing.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa acara ini juga dihadiri jajaran pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, termasuk Plt. Kepala Dinas, Yahya Nursamsu, S.P., M.Si., serta para Kepala Bidang. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan yang bertujuan mengharmonikan dunia hobi, konservasi, dan ekonomi lokal.

BACA JUGA:  Kapolres Sanggau Tinjau Pos Pelayanan Ops Ketupat Kapuas 2025, Pastikan Kesiapan Pengamanan Jelang Lebaran

Gelaran ini diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan berskala nasional yang tidak hanya menjadi kebanggaan Tulungagung, tetapi juga menjadi teladan dalam pengelolaan lomba berbasis pelestarian ekosistem.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai