Wartawan Diintimidasi saat Liput Dugaan Keracunan MBG di SPPG Mantingan, Insiden Langsung Viral di Media Sosial

NGAWI,-Insiden intimidasi terhadap sejumlah jurnalis yang tengah meliput dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Mantingan, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, memantik perhatian luas publik. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 4 Desember 2025 itu bahkan langsung viral di media sosial, setelah rekaman dan kesaksian para wartawan tersebar di berbagai platform.

Dalam video dan unggahan yang beredar, tampak para jurnalis dihadang oleh seorang pria tak dikenal yang membawa balok paving serta potongan kayu, sambil mengusir mereka dengan nada tinggi. Insiden yang seharusnya tidak terjadi dalam ruang publik ini memicu kecaman keras warganet dan memunculkan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya tengah ditutupi dari lokasi tersebut.

Kedatangan para wartawan ke SPPG Mantingan dilakukan untuk mengonfirmasi laporan bahwa sejumlah siswa dari jenjang RA, SD, SMP hingga SMA mengalami gejala kesehatan usai mengonsumsi menu MBG yang diproduksi SPPG. Alih-alih mendapatkan klarifikasi, awak media justru menghadapi penghalangan yang mengarah pada ancaman fisik.

Ari Hermawan, jurnalis Suara Indonesia yang berada di lokasi, menjelaskan bahwa mereka datang secara resmi dan memperkenalkan identitas pers sebelum meminta klarifikasi terkait dugaan keracunan siswa.

Kami belum sempat membuka percakapan. Tiba-tiba seorang pria keluar sambil membawa balok paving. Nada suaranya tinggi, penuh ancaman. Bahkan ada gerakan seolah siap menyerang jika kami tidak segera pergi,” ujar Ari, menceritakan kembali momen menegangkan yang terjadi.

Menurut Ari, intimidasi itu bukan hanya menghalangi kerja jurnalistik, tetapi juga mencerminkan sikap tertutup yang berbahaya ketika kasus yang sedang ditelusuri menyangkut kesehatan puluhan siswa. Rekaman kejadian tersebut kemudian beredar cepat di Facebook, Instagram, dan grup-grup WhatsApp masyarakat Ngawi, membuat topik ini semakin liar dibicarakan publik.

BACA JUGA:  Polsek Meliau Intensifkan Pemantauan Demplot Jagung 2 Hektare untuk Dukung Ketahanan Pangan

Publik menilai bahwa jika tidak ada yang ditutupi, seharusnya proses klarifikasi dapat berjalan terbuka. Sebaliknya, tindakan pengusiran keras justru menambah kecurigaan, terutama karena MBG merupakan program pemerintah yang menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak setiap hari.

Hingga Kamis sore, pihak SPPG Mantingan belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keracunan maupun insiden intimidasi terhadap jurnalis. Diamnya pihak terkait semakin memanaskan situasi dan memicu gelombang kritik di media sosial yang menuntut transparansi penuh.

Peristiwa viral ini menjadi alarm penting bahwa kerja jurnalistik tidak boleh dibungkam, terlebih dalam kasus yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Penindakan terhadap dugaan ancaman dan intimidasi ini sangat diperlukan, baik demi melindungi jurnalis maupun memastikan peristiwa dugaan keracunan MBG dapat terungkap secara jujur dan lengkap.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai