Bupati Tulungagung Gatut Sunu Gerak Cepat Tanggap, Turun Langsung Klarifikasi Video Viral Aspal Besole

Tulungagung,-Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo angkat bicara terkait video viral di media sosial yang menampilkan pengelupasan aspal di wilayah terdampak banjir Besole dan sekitarnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan kepada awak media Sabtu (31/1/2026), setelah sebelumnya Bupati turun langsung ke lokasi pada Jumat malam untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Bupati menyampaikan keprihatinannya atas beredarnya video yang dinilai telah memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak hanya menilai persoalan dari potongan video di media sosial, melainkan melakukan pengecekan langsung di lokasi sekitar pukul 24.00 hingga 01.00 WIB.
“Jumat malam saya ke lokasi langsung. Saya ingin memastikan sendiri kondisi di lapangan supaya tidak terjadi salah persepsi di masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, apabila masyarakat hanya melihat potongan video tanpa mengetahui kondisi riil di lapangan, maka akan mudah muncul kesimpulan yang seolah-olah menilai kualitas pekerjaan kontraktor tidak sesuai standar.

“Kalau hanya melihat dari media sosial, kesannya seakan-akan kualitas pekerjaan kontraktor itu jelek. Padahal faktanya tidak seperti itu,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pengecekan langsung, Bupati memastikan bahwa bagian aspal yang terlihat dikelupas dalam video bukan merupakan badan jalan utama, melainkan berada di luar badan jalan dan bukan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta bukan pula kewajiban kontraktor pelaksana.
“Yang ada di video itu bukan badan jalan. Itu di luar badan jalan, bukan kewenangan PU dan bukan kewajiban kontraktor,” jelasnya.

Bupati juga menyayangkan adanya tindakan oknum yang dengan sengaja mengelupas aspal tersebut.
Padahal, secara teknis kondisi aspal sudah kering dan tidak perlu dibongkar.
“Sebenarnya itu tidak perlu dikelontok-kelontok. Aspalnya sudah kering. Kalau dibiarkan, nanti akan kelihatan lagi dan tetap bagus,” ujarnya.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Sanggau Gencarkan Himbauan Kamseltibcar Lantas di Jalan Raya

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa luas area yang dikelupas relatif kecil, hanya sekitar 3 x 3 meter, sehingga tidak tepat apabila dijadikan dasar untuk menilai keseluruhan kualitas proyek jalan.

“Ukurannya hanya sekitar tiga kali tiga meter. Tapi karena direkam dan diviralkan, seolah-olah seluruh jalan rusak. Ini yang sangat saya sayangkan,” imbuhnya.

Bupati menambahkan bahwa bagian aspal tersebut sejatinya merupakan tambahan pekerjaan di luar kontrak atau dapat disebut sebagai bonus, yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian kontraktor untuk merapikan lingkungan sekitar.
“Itu justru tambahan, bonus. Bukan kewajiban kontraktor. Niatnya malah baik,” katanya.

Di sisi lain, Bupati juga menjelaskan kondisi alam yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Menurutnya, sebaik-baiknya kualitas aspal, tetap berpotensi mengalami kerusakan apabila diterjang arus banjir deras yang bercampur lumpur dan material, terlebih di wilayah rawan genangan.

“Se­baik-baiknya kualitas aspal, kalau digerus air deras bercampur material, tentu tidak akan kuat. Itu bisa ditanyakan kepada para ahli,” jelasnya.

Terkait bencana banjir yang terjadi akibat hujan deras pada hari sebelumnya, Bupati memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung langsung sigap melakukan penanganan darurat. Banjir tersebut merendam sejumlah rumah warga dan beberapa fasilitas pendidikan di wilayah terdampak.

Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah, tidak ada korban nyawa dari kejadian banjir kemarin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati mengakui bahwa persoalan banjir di wilayah tersebut masih menjadi tantangan. Meski normalisasi saluran air telah dilakukan, tingginya intensitas hujan disertai material dari hulu menyebabkan saluran tidak mampu menampung debit air secara optimal.

“Salurannya sebenarnya sudah dibenahi, tapi ketika hujan deras, material ikut terbawa dan langsung memenuhi aliran. Ini yang harus kita pikirkan bersama solusinya,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kecamatan Sukamaju Selatan, Fatmawati bersama Masyarakat Semangat Gelar Kegiatan HUT RI ke-78

Di akhir keterangannya, Bupati mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta tidak melakukan tindakan yang justru merusak fasilitas umum. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur daerah, khususnya di wilayah rawan bencana.

Mungkin Anda juga menyukai