Jalan Proyek Kementerian PUPR Memakan Korban, Pengawasan PUPR Tulungagung Disorot

Tulungagung,-Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di ruas jalan Desa Sumberjo Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Senin (2/2/2026). Insiden tersebut melibatkan dua unit truk bermuatan berat dan satu sepeda motor Yamaha NMAX bernomor polisi AG 2847 RCM. Kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi jalan berlubang di area proyek yang membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat pengendara sepeda motor melakukan pengereman mendadak untuk menghindari lubang cukup dalam di badan jalan. Pada saat bersamaan, dua truk bermuatan berat yang melaju di belakang tidak mampu melakukan pengereman secara maksimal akibat jarak yang terlalu dekat serta beban muatan, sehingga tabrakan beruntun tidak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Warga sekitar segera memberikan pertolongan awal serta menghubungi pihak kepolisian.

Warga setempat menilai kecelakaan ini tidak terlepas dari lemahnya pengamanan jalan di lokasi proyek. Lubang di ruas jalan Sumberjo Pelem disebut telah lama ada dan kerap dikeluhkan masyarakat karena membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

“Kami sudah sering mengeluhkan kondisi jalan ini. Kalau memang sedang proyek, seharusnya ada rambu dan pengamanan yang jelas,” ujar salah seorang warga.

Menanggapi hal tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Bina Marga, Sodik, menyampaikan bahwa ruas jalan Sumberjo Pelem saat ini sedang dalam proses pembangunan melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD) oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

BACA JUGA:  Jum’at Berkah Kapolres Sanggau dan Ketua Bhayangkari Cabang Sanggau Salurkan Nasi Kotak kepada Tahanan Rutan Polres Sanggau

“Izin mas, untuk ruas jalan Sumberjo Pelem tersebut saat ini sedang dilaksanakan pembangunan melalui IJD oleh Kementerian PU. Jadi ruas jalan tersebut memang sedang dalam proses pembangunan,” jelas Sodik, Senin (2/2/2026).

Meski demikian, warga menegaskan bahwa meskipun proyek berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum, Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung tetap harus ikut melakukan pengawasan di lapangan. Pengawasan dinilai sangat penting untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung.
Warga mengingatkan, lemahnya pengamanan di lokasi proyek berpotensi memicu kecelakaan lanjutan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan korban jiwa apabila tidak segera ditangani secara serius.

“Walaupun proyek dari kementerian, PUPR kabupaten tetap harus mengawasi. Jangan sampai kecelakaan terus terjadi, apalagi sampai ada yang meninggal dunia. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas,” tegas warga lainnya.

Warga berharap Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung dapat berkoordinasi aktif dengan pihak pelaksana proyek untuk memastikan pemasangan rambu peringatan, penutupan lubang sementara, serta pengaturan lalu lintas yang memadai selama masa pengerjaan proyek. Langkah ini dinilai mendesak guna mencegah kecelakaan serupa terulang kembali, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital yang kerap dilalui kendaraan bertonase berat.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut dan mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas di ruas jalan yang sedang dalam tahap pembangunan.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai