Satu Tahun Kepemimpinan GaBaH, Gatut Sunu Teguhkan Komitmen Pembangunan dan Persatuan untuk Tulungagung Berkemajuan

Tulungagung,-Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., bersama Ahmad Baharudin, S.M., M.M., yang dikenal dengan sebutan “GaBaH”, menggelar acara tasyakuran dan buka puasa bersama dalam rangka memperingati satu tahun kepemimpinan mereka. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (20/02/2026), dan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh tim pemenangan.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menyampaikan bahwa peringatan satu tahun kepemimpinan bukan sekadar seremoni atau penanda waktu, melainkan momentum refleksi untuk kembali meneguhkan niat, memperkuat komitmen, serta menyelaraskan langkah dalam membangun Kabupaten Tulungagung.
“Satu tahun ini bukan hanya tentang capaian, tetapi tentang proses. Ini adalah waktu untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan memastikan bahwa arah pembangunan tetap berada pada jalur yang benar,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa satu tahun lalu, setelah melalui proses demokrasi yang berjalan dengan baik, pasangan GaBaH menerima amanah masyarakat untuk memimpin Tulungagung periode 2025–2030. Amanah tersebut, menurutnya, bukan sekadar kemenangan politik, tetapi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan kerja nyata.
“Kami menyadari betul bahwa kepercayaan masyarakat tidak cukup dijawab dengan kata-kata, melainkan dengan bukti dan hasil kerja,” tegasnya.

Dalam satu tahun kepemimpinan, Pemkab Tulungagung mulai menggenjot pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Hingga saat ini, sepanjang 34,50 kilometer jalan telah berhasil ditangani, sembilan unit jembatan diperbaiki, serta 9,68 kilometer jaringan irigasi direhabilitasi guna mendukung sektor pertanian.

Tak hanya itu, sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat juga telah direalisasikan. Di antaranya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 19 kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, rehabilitasi 11 pasar rakyat untuk menggerakkan ekonomi lokal, serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 1.040 warga miskin ekstrem.

BACA JUGA:  Tawing Putra Tembus Final dan Raih Juara 2 di Turnamen Sepakbola Gondang Cup 2026

Pemerintah daerah juga menyalurkan BLT Disabilitas kepada 385 penyandang disabilitas serta melakukan perbaikan terhadap 94 gedung sekolah guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Selain program daerah, Pemkab Tulungagung turut mendukung program prioritas pemerintah pusat seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, serta persiapan Sekolah Rakyat.

Untuk tahun anggaran 2026, Bupati Gatut Sunu menyebut alokasi anggaran penanganan jalan mencapai Rp318 miliar. Angka tersebut menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir, bahkan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan rata-rata anggaran penanganan jalan sebelum masa kepemimpinannya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan transparan dan sesuai standar.
“Saya minta semua pihak ikut mengawasi. Jika ada indikasi penyimpangan, laporkan kepada saya. Pembangunan ini milik masyarakat, maka harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengakui bahwa perjalanan satu tahun pemerintahan tidak lepas dari dinamika, tantangan, serta kritik dan masukan dari berbagai pihak. Namun, ia memandang hal tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Menurutnya, pemerintahan yang sehat adalah pemerintahan yang terbuka terhadap evaluasi, saran, dan kritik konstruktif. Oleh karena itu, ruang dialog akan terus dijaga agar aspirasi masyarakat dapat ditampung dan dipertimbangkan secara proporsional.
“Kami berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi. Aspirasi masyarakat adalah energi bagi perbaikan kebijakan,” ungkapnya.

Kepada seluruh tim pemenangan yang hadir, Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kebersamaan sejak masa kontestasi hingga satu tahun masa pemerintahan berjalan. Namun, ia menegaskan bahwa fase politik telah usai.
“Tanggung jawab kita sekarang jauh lebih besar dari sekadar kemenangan. Kita harus menjaga persatuan dan bersama-sama mengawal pembangunan,” katanya.

BACA JUGA:  Viral di Medsos, Aksi Pemalakan di Jalan Raya Malindo Berujung Penangkapan

Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam kontestasi politik sudah selesai. Saat ini, yang dibutuhkan adalah soliditas dan komitmen bersama demi kemajuan Tulungagung.
“Saya berharap kita semua tetap kompak, berada dalam satu gerbong yang sama, gerbong yang solid, demi suksesnya pembangunan di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.

Acara tasyakuran tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai