Musrenbangdes Bangunjaya 2027: Infrastruktur Jadi Prioritas, Jembatan Dusun Kebon Diusulkan ke Kabupaten
Tulungagung,-Pemerintah Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 serta penjaringan usulan untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tahun Anggaran 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Bangunjaya pada Senin (12/1) dengan dihadiri sekitar 80 peserta dari berbagai unsur.

Hadir dalam forum tersebut Camat Pakel, Kapolsek, Danramil, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa beserta perangkat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPM, RT/RW, tokoh masyarakat, pendamping desa, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan desa yang partisipatif dan akuntabel.
Kepala Desa Bangunjaya, H. Jailani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbangdes merupakan tahapan penting dalam siklus perencanaan pembangunan desa. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan kebutuhan desa dengan kebijakan pembangunan di tingkat kecamatan dan kabupaten.
“Musrenbangdes ini menjadi forum utama untuk menentukan kebutuhan pembangunan desa tahun 2027, dengan tetap mempertimbangkan kondisi anggaran dan skala prioritas. Kami ingin setiap program yang diusulkan benar-benar berdasarkan kebutuhan riil masyarakat,” ujar H. Jailani.
Ia menegaskan, pembangunan desa harus dirancang secara terencana, terukur, dan berkesinambungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh warga. Karena itu, setiap usulan yang masuk dibahas secara terbuka dan disepakati bersama melalui mekanisme musyawarah.
Dalam forum tersebut terungkap bahwa kemampuan fiskal desa tahun 2027 mengalami tekanan akibat kebijakan KDMP yang berdampak pada pemotongan anggaran desa hingga sekitar 30 persen. Kondisi ini membuat pemerintah desa harus lebih cermat dan selektif dalam menentukan program prioritas.
Sekretaris Desa Bangunjaya, H. Sujarwo, S.Sos., menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam mengakomodasi seluruh usulan masyarakat.
“Karena adanya pemotongan dana, kami bersama masyarakat menyepakati usulan yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung bagi warga. Tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan, sehingga harus ditentukan skala prioritas,” jelasnya.
Dari hasil musyawarah dusun sebelumnya, sejumlah usulan pembangunan mengemuka, di antaranya perbaikan dan peningkatan jalan desa, pembangunan saluran drainase, pagar makam, serta sarana infrastruktur lainnya. Namun setelah melalui pembahasan mendalam, forum menyepakati untuk memfokuskan pada kebutuhan yang dianggap paling krusial.
Salah satu usulan yang disepakati sebagai prioritas utama adalah pembangunan jembatan di Dusun Kebon. Jembatan tersebut memiliki fungsi vital sebagai lintasan saluran pembuangan air yang mengalir dari wilayah Desa Malasan, Kabupaten Trenggalek, serta dari wilayah Sanan.
Selama ini, kondisi jembatan yang ada dinilai tidak lagi memadai. Saat hujan lebat dengan intensitas tinggi, debit air meningkat dan kerap menyebabkan genangan bahkan potensi luapan air di sekitar permukiman warga.
Menurut Sujarwo, solusi yang dibutuhkan bukan sekadar normalisasi saluran, melainkan pembangunan jembatan baru dengan dimensi yang lebih besar dan konstruksi yang lebih kuat.
“Yang dibutuhkan bukan normalisasi, tetapi pembangunan jembatan baru dengan ukuran lebih besar, karena jembatan lama sangat berbahaya bila terjadi hujan lebat dan air di saluran meluap,” paparnya.
Ia menambahkan, usulan pembangunan jembatan tersebut akan diajukan ke tingkat kecamatan hingga kabupaten melalui mekanisme Musrenbang berjenjang, dengan harapan dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah Tahun Anggaran 2027.
Pemerintah Desa Bangunjaya menegaskan komitmennya untuk mengelola anggaran yang tersedia secara efektif, tepat guna, dan transparan. Setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan akan melibatkan unsur masyarakat sebagai bentuk pengawasan bersama.
Musrenbangdes yang berlangsung tertib dan partisipatif ini mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menentukan arah pembangunan desa. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta yang hadir.
Dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan, Pemerintah Desa Bangunjaya berharap seluruh usulan prioritas, khususnya pembangunan jembatan Dusun Kebon, dapat memperoleh dukungan dari pemerintah kabupaten sehingga permasalahan genangan dan risiko banjir yang selama ini terjadi dapat teratasi secara permanen pada tahun anggaran mendatang.(Ft)









