Konsultan Doroampel Klaim Siap Dievaluasi, Namun Data Nama CV dan Nilai Kontrak Belum Dibuka
TULUNGAGUNG,-Polemik proyek Doroampel yang sempat menjadi sorotan publik akibat munculnya kerusakan pada pekerjaan di lapangan terus menuai perhatian. Di tengah berbagai pertanyaan mengenai kualitas perencanaan proyek tersebut, pihak konsultan perencana melalui Iksan akhirnya memberikan penjelasan. Namun hingga kini, pertanyaan penting terkait nama CV yang menangani perencanaan dan nilai kontrak proyek perencanaan masih belum terjawab.
Dalam konfirmasi yang dilakukan awak media Minggu (24/5/2026), sejumlah pertanyaan kritis disampaikan kepada Iksan selaku konsultan perencana proyek Doroampel. Pertanyaan tersebut mencakup kesesuaian desain dengan kondisi lapangan, kajian teknis yang dilakukan sebelum proyek berjalan, hingga tanggung jawab konsultan apabila ditemukan kerusakan pada pekerjaan yang telah direncanakan.
Menanggapi hal tersebut, Iksan menegaskan bahwa desain dan spesifikasi teknis yang digunakan dalam proyek telah mengacu pada standar resmi Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.
“Desain dan spesifikasi untuk pekerjaan perencanaan jalan sudah ada acuan atau standar baku yang dikeluarkan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, dan juga sudah melalui tahap asistensi dan verifikasi tim teknis,” ujar Iksan.
Ia juga memastikan seluruh tahapan perencanaan telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.
“Tahapan proses perencanaan sudah kami lakukan,” katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kesalahan dalam proses perencanaan, Iksan menyatakan siap apabila hasil pekerjaannya dievaluasi.
“Kami siap dievaluasi terkait hasil perencanaan kami,” tegasnya.
Ia juga mempersilakan seluruh pihak melakukan pemeriksaan terhadap dokumen maupun proses perencanaan yang telah dilakukan.
“Monggo bisa dicek,” ujarnya.
Menurut Iksan, dokumen perencanaan yang dibuat tidak hanya diverifikasi secara internal, tetapi juga telah melalui pemeriksaan tim teknis Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung.
“Untuk hasil perencanaan sudah melalui proses verifikasi baik dari internal kami maupun juga dari tim teknis bidang bina marga Dinas PUPR,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan apakah kerusakan yang muncul menjadi indikasi lemahnya perencanaan, Iksan menilai evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu tahapan pekerjaan.
“Semua aspek harus dicek dan dievaluasi mulai dari perencanaan sampai dengan proses pelaksanaan,” katanya.
Ia juga meminta agar seluruh data terkait proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek diperiksa secara objektif.
“Monggo dicek dan evaluasi terkait data-data proses perencanaan dan pelaksanaan,” tambahnya.
Saat ditanya apakah pihak konsultan benar-benar turun langsung ke lapangan sebelum menyusun Detail Engineering Design (DED), Iksan menegaskan bahwa pekerjaan perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Mohon maaf sebelumnya, kami dari konsultan perencana bekerja berdasarkan data riil di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iksan menilai bahwa apabila ditemukan persoalan pada proyek, maka evaluasi harus mencakup seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan.
“Harus ditinjau semuanya dari proses perencanaan sampai pelaksanaan dan pengawasan,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Iksan kembali menegaskan bahwa seluruh pekerjaan perencanaan yang dilakukan mengacu pada regulasi dan standar teknis yang ditetapkan pemerintah.
“Kami bekerja sebagai konsultan mengacu pada standar atau acuan baku yang dikeluarkan oleh Pemerintah maupun Kementerian PU,” pungkasnya.
Selain menyoroti aspek teknis perencanaan, awak media juga meminta penjelasan mengenai nama CV yang menangani perencanaan proyek Doroampel serta nilai kontrak proyek perencanaan tersebut.
Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Iksan mengaku belum dapat memberikan jawaban secara rinci karena harus melakukan pengecekan terlebih dahulu kepada bagian administrasi.
“Mohon maaf mas, harus saya cek dan pastikan terkait kontrak ke teman-teman admin,” ujar Iksan.
Ia kemudian berjanji akan memberikan informasi tersebut setelah melakukan verifikasi data internal.
“Insyaallah besok kami kabari,” tambahnya.
Namun hingga berita ini ditulis, jawaban yang dijanjikan tersebut belum juga disampaikan kepada awak media. Nama CV yang menangani perencanaan proyek Doroampel maupun nilai kontrak perencanaan masih belum diberikan meskipun waktu yang dijanjikan telah berlalu.
Padahal, informasi tersebut merupakan bagian penting dari keterbukaan publik, terutama karena proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah. Keterbukaan mengenai pihak yang terlibat dalam perencanaan dan besaran nilai kontraknya dinilai penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai seluruh proses proyek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan.
Belum adanya jawaban atas pertanyaan tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Di satu sisi, pihak konsultan menyatakan siap dievaluasi dan membuka ruang pemeriksaan terhadap proses perencanaan. Namun di sisi lain, pertanyaan sederhana mengenai nama CV dan nilai kontrak yang dijanjikan akan disampaikan keesokan harinya hingga kini masih belum mendapatkan jawaban.
Publik kini menunggu komitmen keterbukaan dari pihak konsultan perencana. Masyarakat berharap seluruh informasi terkait proyek Doroampel dapat disampaikan secara transparan agar proses evaluasi dapat dilakukan secara objektif berdasarkan data dan fakta yang lengkap, bukan sekadar pernyataan tanpa dukungan dokumen yang jelas.(Ft)









