Plt Bupati Tulungagung Hadiri Forum Investasi dan Ekonomi Jawa Timur 2026 Bersama Gubernur jatim, Tegaskan Komitmen Perkuat Iklim Investasi Tulungagung

Surabaya,-PLT bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menghadiri High Level Meeting Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD Provinsi Jawa Timur 2026 di Gedung Negara Grahadi, Kamis (25/6/2026). Forum strategis ini mempertemukan pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun langkah konkret dalam memperkuat investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan daya saing Jawa Timur di tengah tantangan ekonomi global.
Sebelum agenda utama dimulai, dilakukan penandatanganan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPMPTSP Provinsi Jawa Timur dengan 38 DPMPTSP kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kesepakatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan investasi melalui sistem yang lebih cepat, mudah, transparan, akuntabel, serta memberikan kepastian hukum bagi para investor.

Dalam forum tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai perkembangan ekonomi daerah, peluang investasi, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, strategi percepatan pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan industri, penguatan sektor unggulan daerah, hingga perluasan akses pembiayaan. Seluruh pembahasan diarahkan untuk memperkuat kebijakan pembangunan berbasis data sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Jawa Timur secara berkelanjutan.

Forum dipimpin oleh Khofifah Indar Parawansa dan dihadiri para kepala daerah se-Jawa Timur, termasuk Plt Bupati Tulungagung. Kehadiran seluruh kepala daerah menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antarpemerintah, menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif, serta mempercepat pembangunan ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi Kabupaten Tulungagung, keikutsertaan dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring investasi, meningkatkan kepercayaan investor, dan membuka peluang kerja sama di berbagai sektor potensial. Namun, komitmen tersebut harus diikuti dengan langkah nyata di daerah, seperti penyederhanaan birokrasi, percepatan pelayanan perizinan, penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kepastian regulasi agar investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, lembaga keuangan, dan dunia usaha, Kabupaten Tulungagung diharapkan mampu memanfaatkan peluang investasi secara optimal. Investasi tidak boleh berhenti pada angka realisasi semata, tetapi harus mampu mendorong lahirnya lapangan kerja baru, memperkuat UMKM, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai