Mahkota Kemabruran Tamu Allah: Plt Bupati Ahmad Baharudin Pimpin Prosesi Agung Tasyakuran Haji Tulungagung 2026 TULUNGAGUNG,-Penyelenggaraan ibadah haji Kabupaten Tulungagung tahun 2026 resmi dinyatakan berjalan dengan sukses, tertib, aman, dan lancar. Kesuksesan operasional tahun ini dinilai sebagai buah dari sinergi solid antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kantor Kementerian Agama (Kemenag), instansi terkait, aparat keamanan, serta seluruh tim petugas haji sejak masa persiapan hingga pemulangan. Hal tersebut mengemuka dalam acara penyambutan resmi kepulangan jemaah haji yang berlangsung penuh haru di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu (8/7/2026). Jemaah yang di antaranya tergabung dalam Kloter 103 ini disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat. Dalam acara tersebut, perwakilan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung menyampaikan laporan resmi mengenai kondisi akhir jemaah kepada Plt. Bupati. Berdasarkan data statistik, total jemaah yang awalnya diberangkatkan dari Tulungagung menuju Asrama Haji Surabaya adalah sebanyak 1.175 orang. Namun, terdapat 1 jemaah yang kembali ke Tulungagung sebelum bertolak, sehingga total jemaah yang terbang ke Tanah Suci berjumlah 1.174 orang. Hingga hari pelaporan, sebanyak 1.166 jemaah telah tiba kembali dengan selamat di kampung halaman Tulungagung. Di sisi lain, dilaporkan pula terdapat 7 jemaah yang wafat di Tanah Suci dan 1 jemaah yang saat ini masih harus menjalani perawatan medis di Makkah. Pihak Kemenag dan Pemkab Tulungagung menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya para jemaah tersebut, seraya mendoakan agar almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dalam sambutan resminya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam atas kembalinya para tamu Allah ke tanah air. Beliau menyatakan bahwa rasa haru dan bahagia yang tiada tara adalah kalimat yang paling tepat untuk melukiskan perasaan seluruh pihak saat menyambut jemaah haji yang baru tiba. Hati para tamu Allah pasti merasakan kebahagiaan mendalam karena telah menyempurnakan keislamannya. Lebih lanjut, beliau menitipkan pesan penting agar para jemaah senantiasa menjaga kemabruran haji yang diimplementasikan melalui dampak sosial, budi luhur, dan akhlak mulia. Ahmad Baharudin menekankan tiga ciri utama haji mabrur yang harus melekat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu suka menebar salam untuk membawa kedamaian, suka memberi dan menolong orang lain yang membutuhkan, serta suka memberi maaf kepada sesama. Sifat-sifat tersebut hendaknya dapat disebarkan dan ditularkan kepada orang lain agar melekat kuat di dalam diri masyarakat. Senada dengan Plt. Bupati, pihak Kemenag juga mengingatkan bahwa ibadah haji adalah momentum penting untuk membentuk karakter dan meningkatkan kepedulian sosial. Sekembalinya ke tanah air, jemaah memikul harapan besar untuk menjadi teladan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, basyariyah, dan wathaniyah, serta aktif berkontribusi dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang agamis, harmonis, dan sejahtera. Di akhir sambutan, Ahmad Baharudin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas haji, mulai dari petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Pembimbing Ibadah Haji Khusus (PIHK), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), hingga tim medis. Secara khusus, beliau mengaku bangga atas kedisiplinan jemaah asal Tulungagung dan berterima kasih karena Kloter 103 dinilai sebagai kloter terbaik yang tertib serta berhasil memberikan nama baik untuk Kabupaten Tulungagung. Acara formal ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk seluruh jemaah, dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah hikmah haji yang dibawakan oleh Romo KH. Muzhar Hamdani.(Ft)
Mahkota Kemabruran Tamu Allah: Plt Bupati Ahmad Baharudin Pimpin Prosesi Agung Tasyakuran Haji Tulungagung 2026
TULUNGAGUNG,-Penyelenggaraan ibadah haji Kabupaten Tulungagung tahun 2026 resmi dinyatakan berjalan dengan sukses, tertib, aman, dan lancar. Kesuksesan operasional tahun ini dinilai sebagai buah dari sinergi solid antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kantor Kementerian Agama (Kemenag), instansi terkait, aparat keamanan, serta seluruh tim petugas haji sejak masa persiapan hingga pemulangan.
Hal tersebut mengemuka dalam acara penyambutan resmi kepulangan jemaah haji yang berlangsung penuh haru di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu (8/7/2026). Jemaah yang di antaranya tergabung dalam Kloter 103 ini disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam acara tersebut, perwakilan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung menyampaikan laporan resmi mengenai kondisi akhir jemaah kepada Plt. Bupati. Berdasarkan data statistik, total jemaah yang awalnya diberangkatkan dari Tulungagung menuju Asrama Haji Surabaya adalah sebanyak 1.175 orang. Namun, terdapat 1 jemaah yang kembali ke Tulungagung sebelum bertolak, sehingga total jemaah yang terbang ke Tanah Suci berjumlah 1.174 orang.
Hingga hari pelaporan, sebanyak 1.166 jemaah telah tiba kembali dengan selamat di kampung halaman Tulungagung. Di sisi lain, dilaporkan pula terdapat 7 jemaah yang wafat di Tanah Suci dan 1 jemaah yang saat ini masih harus menjalani perawatan medis di Makkah. Pihak Kemenag dan Pemkab Tulungagung menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya para jemaah tersebut, seraya mendoakan agar almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dalam sambutan resminya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam atas kembalinya para tamu Allah ke tanah air. Beliau menyatakan bahwa rasa haru dan bahagia yang tiada tara adalah kalimat yang paling tepat untuk melukiskan perasaan seluruh pihak saat menyambut jemaah haji yang baru tiba. Hati para tamu Allah pasti merasakan kebahagiaan mendalam karena telah menyempurnakan keislamannya.
Lebih lanjut, beliau menitipkan pesan penting agar para jemaah senantiasa menjaga kemabruran haji yang diimplementasikan melalui dampak sosial, budi luhur, dan akhlak mulia. Ahmad Baharudin menekankan tiga ciri utama haji mabrur yang harus melekat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu suka menebar salam untuk membawa kedamaian, suka memberi dan menolong orang lain yang membutuhkan, serta suka memberi maaf kepada sesama. Sifat-sifat tersebut hendaknya dapat disebarkan dan ditularkan kepada orang lain agar melekat kuat di dalam diri masyarakat.
Senada dengan Plt. Bupati, pihak Kemenag juga mengingatkan bahwa ibadah haji adalah momentum penting untuk membentuk karakter dan meningkatkan kepedulian sosial. Sekembalinya ke tanah air, jemaah memikul harapan besar untuk menjadi teladan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, basyariyah, dan wathaniyah, serta aktif berkontribusi dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang agamis, harmonis, dan sejahtera.
Di akhir sambutan, Ahmad Baharudin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas haji, mulai dari petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Pembimbing Ibadah Haji Khusus (PIHK), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), hingga tim medis. Secara khusus, beliau mengaku bangga atas kedisiplinan jemaah asal Tulungagung dan berterima kasih karena Kloter 103 dinilai sebagai kloter terbaik yang tertib serta berhasil memberikan nama baik untuk Kabupaten Tulungagung.
Acara formal ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk seluruh jemaah, dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah hikmah haji yang dibawakan oleh Romo KH. Muzhar Hamdani.(Ft)
TULUNGAGUNG,-Penyelenggaraan ibadah haji Kabupaten Tulungagung tahun 2026 resmi dinyatakan berjalan dengan sukses, tertib, aman, dan lancar. Kesuksesan operasional tahun ini dinilai sebagai buah dari sinergi solid antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kantor Kementerian Agama (Kemenag), instansi terkait, aparat keamanan, serta seluruh tim petugas haji sejak masa persiapan hingga pemulangan.
Hal tersebut mengemuka dalam acara penyambutan resmi kepulangan jemaah haji yang berlangsung penuh haru di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu (8/7/2026). Jemaah yang di antaranya tergabung dalam Kloter 103 ini disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam acara tersebut, perwakilan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung menyampaikan laporan resmi mengenai kondisi akhir jemaah kepada Plt. Bupati. Berdasarkan data statistik, total jemaah yang awalnya diberangkatkan dari Tulungagung menuju Asrama Haji Surabaya adalah sebanyak 1.175 orang. Namun, terdapat 1 jemaah yang kembali ke Tulungagung sebelum bertolak, sehingga total jemaah yang terbang ke Tanah Suci berjumlah 1.174 orang.
Hingga hari pelaporan, sebanyak 1.166 jemaah telah tiba kembali dengan selamat di kampung halaman Tulungagung. Di sisi lain, dilaporkan pula terdapat 7 jemaah yang wafat di Tanah Suci dan 1 jemaah yang saat ini masih harus menjalani perawatan medis di Makkah. Pihak Kemenag dan Pemkab Tulungagung menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya para jemaah tersebut, seraya mendoakan agar almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dalam sambutan resminya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam atas kembalinya para tamu Allah ke tanah air. Beliau menyatakan bahwa rasa haru dan bahagia yang tiada tara adalah kalimat yang paling tepat untuk melukiskan perasaan seluruh pihak saat menyambut jemaah haji yang baru tiba. Hati para tamu Allah pasti merasakan kebahagiaan mendalam karena telah menyempurnakan keislamannya.
Lebih lanjut, beliau menitipkan pesan penting agar para jemaah senantiasa menjaga kemabruran haji yang diimplementasikan melalui dampak sosial, budi luhur, dan akhlak mulia. Ahmad Baharudin menekankan tiga ciri utama haji mabrur yang harus melekat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu suka menebar salam untuk membawa kedamaian, suka memberi dan menolong orang lain yang membutuhkan, serta suka memberi maaf kepada sesama. Sifat-sifat tersebut hendaknya dapat disebarkan dan ditularkan kepada orang lain agar melekat kuat di dalam diri masyarakat.
Senada dengan Plt. Bupati, pihak Kemenag juga mengingatkan bahwa ibadah haji adalah momentum penting untuk membentuk karakter dan meningkatkan kepedulian sosial. Sekembalinya ke tanah air, jemaah memikul harapan besar untuk menjadi teladan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, basyariyah, dan wathaniyah, serta aktif berkontribusi dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang agamis, harmonis, dan sejahtera.
Di akhir sambutan, Ahmad Baharudin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas haji, mulai dari petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Pembimbing Ibadah Haji Khusus (PIHK), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), hingga tim medis. Secara khusus, beliau mengaku bangga atas kedisiplinan jemaah asal Tulungagung dan berterima kasih karena Kloter 103 dinilai sebagai kloter terbaik yang tertib serta berhasil memberikan nama baik untuk Kabupaten Tulungagung.
Acara formal ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk seluruh jemaah, dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah hikmah haji yang dibawakan oleh Romo KH. Muzhar Hamdani.(Ft)










