Pemkab Tulungagung Tegaskan “Jogo Tulungagung” Bukan Jargon, Nobar Piala Dunia Jadi Simbol Persatuan dan Stabilitas

TULUNGAGUNG,-Euforia nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina di Pendopo Tamanan, Kamis (16/7/2026), dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebagai ruang memperkuat persatuan dan menegaskan komitmen “Jogo Tulungagung”. Di balik kemeriahan pertandingan, terselip pesan bahwa menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlangsungan pembangunan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, itu tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjaga situasi daerah tetap kondusif di tengah tingginya antusiasme publik.

Camat Tulungagung, Hari Prastijo, menegaskan,rabu(15/7/2026), bahwa konsep “Jogo Tulungagung” tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh warga.

Tujuannya adalah mempererat tali silaturahmi. Dengan memusatkan euforia masyarakat di sini, kebersamaan lebih terjaga dan aspek keamanan pun lebih terjamin,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Mbah Yoyok itu menilai, menjaga Tulungagung bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kewajiban kolektif seluruh masyarakat. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap keamanan lingkungan, menjaga kerukunan, serta mendukung jalannya pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Menurutnya, terdapat tiga prinsip utama dalam implementasi “Jogo Tulungagung”. Pertama, semangat menjaga daerah harus menjadi komitmen jangka panjang, bukan sekadar euforia sesaat. Kedua, jogo berarti menjaga dan melindungi sehingga seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab mengawal stabilitas, keamanan, dan pembangunan. Ketiga, kemajuan Tulungagung hanya dapat dicapai apabila pemerintah dan masyarakat bergerak bersama dalam semangat gotong royong.

Mbah Yoyok juga mengingatkan bahwa tantangan maupun musibah dapat datang sewaktu-waktu. Karena itu, solidaritas sosial dan kepedulian terhadap daerah harus terus dipelihara.

BACA JUGA:  Memperingati HUT Bhayangkara Ke-78 Polres Tulungagung Menggelar Pertangdingan Bola Volly

Musibah atau tantangan bisa datang kapan saja. Namun, jika komitmen untuk menjaga Tulungagung sudah terpatri di hati setiap warga, insyaallah daerah kita akan selalu aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Momentum nobar tersebut menjadi penegasan bahwa “Jogo Tulungagung” bukan sekadar jargon pemerintahan, melainkan gerakan bersama untuk menjaga stabilitas daerah, memperkuat persatuan, serta memastikan pembangunan berjalan dalam suasana yang aman, damai, dan harmonis demi terwujudnya Tulungagung yang semakin maju dan sejahtera.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai