Ribuan Warga Padati Bersih Desa Gombang, Plt Bupati Ahmad Baharudin Tegaskan Persatuan dan Pelestarian Budaya Menjadi Pilar Kemajuan Tulungagung

TULUNGAGUNG,-Lautan manusia memadati Balai Desa Gombang, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (1/8) malam. Ribuan warga larut dalam kemeriahan pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak perayaan Bersih Desa Gombang, sebuah tradisi sakral yang bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga simbol rasa syukur, pelestarian budaya, serta penguatan persatuan masyarakat.

Pagelaran yang menghadirkan dalang kondang Ki Eko Kondho Prisdianto dengan lakon “Wahyu Katentreman” berlangsung semalam suntuk dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Pertunjukan semakin hidup dengan iringan Karawitan Hamongroso, Campursari New Kusuma Wardhani, serta lawakan khas Cak Yudho dan Mondol yang mengundang gelak tawa ribuan penonton.

Kegiatan budaya tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung Fraksi Hanura Subani Sirab, Camat Pakel, Kapolsek Pakel, Danramil Pakel, Kepala Desa Gombang Freejun Gintano beserta jajaran perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Gombang dan wilayah sekitarnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Gombang Freejun Gintano menegaskan bahwa tradisi Bersih Desa yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga sebagai identitas desa sekaligus wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diterima masyarakat.

Momentum tersebut juga dimanfaatkannya untuk menyampaikan capaian pembangunan desa selama hampir delapan tahun masa kepemimpinannya. Berbagai program strategis berhasil direalisasikan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan desa dan jalan usaha tani, penguatan sektor pertanian, pemberdayaan generasi muda, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi yang solid bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta seluruh elemen desa.

Freejun menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung atas dukungan terhadap pembangunan jalan usaha tani yang dinilai sangat membantu aktivitas para petani. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Guntur dari Fraksi PDI Perjuangan atas bantuan mobil siaga desa yang kini menjadi sarana pelayanan sosial bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Gaungkan Semangat Kartini: Perempuan Tangguh,Perusahaan Tumbuh

Menjelang berakhirnya masa jabatannya, Freejun memohon maaf apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan. Ia berharap kepemimpinan berikutnya mampu melanjutkan pembangunan yang telah dirintis sehingga Desa Gombang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Semoga pagelaran wayang kulit ini menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus mengobati kerinduan warga terhadap kemeriahan tradisi Bersih Desa yang telah lama dinantikan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin memberikan apresiasi tinggi atas komitmen masyarakat Desa Gombang yang tetap menjaga tradisi dan kearifan lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang sarat nilai moral, filosofi kehidupan, serta pendidikan karakter yang harus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Persatuan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Tulungagung yang aman, maju, dan berdaya saing.

Melalui momentum Bersih Desa ini, saya berharap semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat semakin kokoh sehingga seluruh program pembangunan Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Tulungagung dapat terlaksana secara optimal dengan dukungan penuh dari masyarakat,” tegas Ahmad Baharudin.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan tradisi Bersih Desa sebagai media memperkuat silaturahmi, menjaga harmoni sosial, sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa yang menjadi kebanggaan Kabupaten Tulungagung.

Mari kita jadikan Bersih Desa sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai gotong royong, melestarikan budaya adiluhung, serta memanjatkan doa agar seluruh masyarakat Tulungagung senantiasa diberi keselamatan, kesejahteraan, kemakmuran, dan dijauhkan dari segala marabahaya,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban daerah bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA:  Minggu Kasih Polda Sulsel Sasar warga Barombong

Keamanan adalah fondasi pembangunan. Menjaga Tulungagung bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dari tingkat RT, desa, kecamatan hingga kabupaten harus terus bersinergi agar Tulungagung tetap aman, damai, kondusif, dan semakin maju,” pungkasnya.

Kemeriahan pagelaran wayang kulit yang dipadati ribuan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa tradisi Bersih Desa masih memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, budaya lokal tetap menjadi perekat persaudaraan, penguat identitas daerah, sekaligus modal sosial dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tulungagung yang harmonis, maju, dan berkelanjutan.
Versi ini lebih bernuansa berita utama (headline news), dengan diksi lebih kuat, elegan, dan berwibawa tanpa mengurangi kaidah jurnalistik.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai