Plt Bupati Ahmad Baharudin Dorong Kandung Festival 2026 Jadi Penggerak UMKM, Pelestarian Budaya, dan Wisata Rejotangan

TULUNGAGUNG,-Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam memperkuat potensi ekonomi dan pariwisata daerah kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Kandung Festival 2026. Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., hadir langsung dalam kegiatan yang berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di halaman Kantor Kecamatan Rejotangan.

Kehadiran Ahmad Baharudin di Rejotangan dilakukan setelah dirinya menghadiri peresmian logo Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 yang dipusatkan di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Tulungagung. Usai agenda tersebut, ia langsung bertolak menuju Kecamatan Rejotangan untuk menghadiri Kandung Festival yang telah memasuki penyelenggaraan tahun kelima.

Mengusung tema “Menggali Potensi, Menggerakkan Ekonomi untuk Mewujudkan Kemandirian dan Daya Saing”, festival ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 sekaligus ruang promosi produk unggulan desa, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian seni budaya.

Pembukaan festival dilakukan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung, Dr. Agus Kuncoro, S.Sos., M.Si., yang mewakili Plt. Bupati. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Rejotangan Didi Jarot Widodo Nursamsu, A.P., para kepala desa, unsur Forkopimcam, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas seni.

Dalam sambutannya, Agus Kuncoro menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Kandung Festival selama lima tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata upaya menggali potensi lokal, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat kemandirian dan daya saing daerah.

Keterlibatan masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pelaku seni, penari, pembawa acara hingga pelaku UMKM, menunjukkan bahwa festival ini memiliki ruang pemberdayaan yang luas. Produk unggulan daerah mendapatkan kesempatan untuk diperkenalkan kepada masyarakat, sementara generasi muda turut mengambil bagian dalam pelestarian budaya.

BACA JUGA:  Pengawasan Ketat Dilaksanakan Oleh Polres Sintang Dalam Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara

Sementara itu, Camat Rejotangan Didi Jarot Widodo Nursamsu menegaskan bahwa Kandung Festival tidak boleh berhenti sebagai perayaan budaya maupun agenda seremonial tahunan. Menurutnya, festival harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi lokal.

Ia menyoroti Wisata Alam Kandung sebagai salah satu potensi unggulan Rejotangan yang membutuhkan perhatian serius dalam pengembangannya. Salah satu persoalan penting yang perlu diselesaikan adalah infrastruktur akses jalan menuju kawasan wisata.

Kami sangat berharap persoalan akses menuju kawasan wisata alam Kandung mendapatkan perhatian dan penyelesaian. Potensi wisata yang kita miliki harus didukung infrastruktur yang memadai,” ungkapnya.

Harapan tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting pemerintah daerah agar potensi wisata yang dimiliki Rejotangan tidak hanya dikenal melalui kegiatan festival, tetapi juga didukung sarana dan prasarana yang mampu menunjang kenyamanan serta kunjungan wisatawan.

Berdasarkan laporan panitia, Kandung Festival 2026 mendapatkan dukungan melalui APBD Kabupaten Tulungagung berdasarkan Peraturan Bupati Tulungagung Nomor 18 Tahun 2026 tertanggal 15 Oktober 2026.

Sebanyak 26 stan bazar turut meramaikan festival, terdiri atas perwakilan 16 desa di Kecamatan Rejotangan serta 10 lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Berbagai produk ditampilkan, mulai dari hasil pertanian, peternakan, makanan tradisional, produk olahan, hingga kebutuhan rumah tangga.

Selain bazar UMKM, festival juga menghadirkan pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan enam lembaga pendidikan serta kelompok seni lokal. Beragam kesenian ditampilkan, di antaranya Reog Kendang, Jaranan, Wayang Kulit, selawat, hingga musik.

Siswa-siswi SMAN 1 Rejotangan tampil dengan kreativitas seni jaranan dan barongan. Sementara itu, siswa-siswi SMPN 1 Rejotangan menyuguhkan pertunjukan tari, sedangkan siswa-siswi MAN 3 Tulungagung turut memeriahkan kegiatan melalui penampilan seni.

BACA JUGA:  Polsek Batang Tarang Gencarkan Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung di Lahan Demplot II

Usai rangkaian pembukaan, Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., bersama istri mengunjungi dan meninjau stan bazar. Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Baharudin didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung, Tri Hariyadi, beserta istri serta jajaran terkait.

Rombongan melihat secara langsung berbagai produk unggulan yang dipamerkan oleh pelaku UMKM dan perwakilan desa. Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap potensi usaha masyarakat sekaligus dukungan bagi pelaku UMKM agar produk lokal semakin dikenal, berkembang, dan memiliki daya saing.

Melalui Kandung Festival 2026, Ahmad Baharudin diharapkan dapat mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku UMKM, lembaga pendidikan, dan komunitas seni dalam mengembangkan potensi wilayah.

Namun, keberhasilan festival tidak cukup diukur dari kemeriahan acara, jumlah stan bazar, maupun banyaknya pertunjukan seni. Dampak terhadap peningkatan penjualan UMKM, keberlanjutan pelestarian budaya, dan perkembangan sektor pariwisata harus menjadi ukuran utama.

Pembenahan akses menuju Wisata Alam Kandung serta penguatan fasilitas pendukung menjadi pekerjaan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Dengan demikian, Kandung Festival tidak hanya menjadi panggung promosi potensi daerah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rejotangan secara berkelanjutan.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai